blank

SALATIGA (SUARABARU.ID) – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW).

Gesry Shielda Surenayu, mahasiswa Program Studi Psikologi, berhasil meraih Juara II dalam ajang Indonesian Student Essay Forum (ISEF) 2026 yang diselenggarakan oleh Ikatan Lembaga Mahasiswa Psikologi Indonesia (ILMPI) pada 23 Maret hingga 8 April 2026.

ISEF 2026 merupakan kompetisi esai nasional bergengsi yang diselenggarakan oleh ILMPI dengan mengangkat tema “Internalized Sexism dalam Era Kesadaran Gender.” Kompetisi ini diikuti pelajar SMA/SMK hingga mahasiswa dari berbagai institusi di seluruh Indonesia dengan jumlah peserta mencapai lebih dari 90 orang, menjadikannya ajang yang kompetitif sekaligus relevan terhadap isu sosial masa kini.

Dalam ajang tersebut, Gesry mengangkat subtema “Internalized Sexism dalam Pola Pikir dan Pengambilan Keputusan” melalui esai berjudul “Menghancurkan Sipir Pikiran: Dekonstruksi Seksisme Terinternalisasi di Media Sosial Melalui Kesadaran Kolektif Perempuan.”

Tulisannya menghadirkan refleksi kritis sekaligus empatik terhadap realitas yang kerap luput disadari, khususnya mengenai cara perempuan tanpa sadar mengulang pola saling menghakimi di media sosial.

Melalui tulisannya, Gesry menyoroti fenomena yang dekat dengan kehidupan sehari-hari yaitu bagaimana perempuan, tanpa disadari, dapat saling melukai melalui komentar, perbandingan, hingga sikap merendahkan di media sosial. Ia melihat bahwa semangat women empowerment yang seharusnya menjadi ruang saling menguatkan, justru kerap berubah menjadi arena kompetisi yang penuh tekanan sosial.

“Kadang perempuan tidak sadar bahwa mereka sedang mengulang pola yang sama, menilai, membandingkan, bahkan menjatuhkan. Padahal seharusnya kita bisa saling mendukung,” tuturnya, Jumat (15/5/2026).

Bagi Gesry, menulis bukan sekadar menyampaikan gagasan, melainkan bentuk kepedulian. Ia ingin menghadirkan kesadaran bahwa perubahan dapat dimulai dari cara pandang bahwa perempuan tidak perlu saling berhadapan, tetapi bisa berjalan berdampingan.

Suara Berdampak

Capaian ini pun datang dengan cerita yang sederhana namun bermakna. Di tengah kesibukan sebagai mahasiswa dan aktivitas lainnya, Gesry mengaku sempat meragukan dirinya. Bahkan, esai tersebut diselesaikan dalam waktu yang sangat terbatas menjelang batas pengumpulan.

“Saya sempat ragu, tapi saya mencoba tetap menulis. Saya percaya tulisan ini bukan hanya untuk saya, tetapi untuk perempuan lain,” ungkapnya.