blank
Aliran Kali Terus di Desa Karanggayam menjadi wisata susur sungai. Insert: Suhartono atau Pak Hank Ketua Desa Wisata setempat. Foto: R. Widiyartono

Dia juga menerima tanggapan. Kemudian setiap peringatan Hari Kemerdekaan dia juga main. “Tetapi kalau pas 17-an saya main gamelannya pakai youtube, karena kalau pakai gamelan dengan niyaga beneran biayanya mahal,” ujar Sunarto.

Kesenian wayang golek ini juga menjadi bagian dari paket wisata. Dan, masih ada paket lainnya, yaitu belajar gamelan. Mengagetkan. Ternyata gamelan yang dimiliki desa ini berbahan perunggu. Bersama para niyaga wisatawan bisa mencoba memainkan gamelan di sini.

Ada juga tari cepetan yang menjadi ikon budaya desa ini. Wisatawan juga bisa diajak belajar menari, selain menyaksikan atraksinya. Sangat lengkap paket di sini.

Festival Mbako

“Kami juga punya paket susur Sungai, khususnya untuk anak-anak sekolah. Anak-anak diajak menyusur Sungai, dibekali kantong plastic. Mereka berjalan sambil memunguti sampah dan memasukkannya ke kantong yang disediakan,” ujar Hank.

Warga sadar benar, posisi Karanggayam yang berada di gunung, harus menjaga agar aliran Sungai tetap bersih dan mengalir sampai hilir. “Kalau sampah tidak diperhatikan, kasihan di bagian hilir, sampah menumpuk dan bisa banjir,” ujar Hank.

Hank juga menuturkan, setiap peringatan Hari Kemerdekaan seluruh warga dari tujuh dusun di Desa Karanggayam akan berkumpul.

Mereka masing-masing RT membawa tumpeng. Mereka mengikuti upacara 17-an, setelah itu makan bersama. Tentu ini merupakan wujud nasionalisme yang melukiskan kebersamaan dan rasa persatuan yang luar biasa.

Daerah ini juga dikenal sebagai penghasil tembakau. Meski tak seterkenal Temanggung atau Wonosobo, keberadaan tembakau juga menjadi daya tarik. Nyatanya, Kantor Bea Cukai di Purwokerto menggandeng desa ini untuk menggelar “Festival Mbako”.

blank
Potensi tembakau bisa menjadei wisata edukasi, bagaimana mengolah darun tembakau. Foto: R. Widiyartono

“Silakan kalau njenengan datang dalam festival ini, bisa nglinting rokok dan mengisapnya sepuas hati. Semuanya gratis,” kata Hank.

Sinergi

Sinergi kelembagaan di des aini juga sangat bagus, khususnya dengan pemerintah desa. “Kami dari desa menyediakan lahan yang cukup luas untuk dijadikan Purangga Park ini. Dana desa juga untuk mendukung Pembangunan infrastruktur seperti ruang pertemuan dan joglo. Masing-masing dusun juga membangun gazebo untuk mendukung destinasi wisata ini,” ujar Apriani, Sekdes Karanggayam.