blank
Menikmati sajian khas dari kelapa muda sampai nasi yoyik sayr jantung pisang di joglo bukit Purangga Park, Desa Wisata Karanggayam. Foto: R. Widiyartono

KARANGGAYAM, sebuah wilayah kecamatan di Kabupaten Kebumen. Berlatar belakang gunung kapur, kering saat kemarau, namun kesejukan masih terasan karena banyaknya pepohonan di sana.

Pada umumnya pegunungan kapur yang kering, maka tidak semua tanaman bisa tumbuh dengan baik. Maka, biasanya juga, Kawasan seperti ini dikenal sebagai daerah miskin.

“Ya, menurut data di BPS, Kebumen termasuk kabupaten termiskin di Jateng, juga daerah kami di Desa Karanggayam, Kecamatan Karanggayam ini,” ujar Suhartono, Ketua Desa Wisata Karanggayam, saat menerima tim verivikasi dan validasi Tim Gelar Desa Wisata Disporapar Jateng, Rabu 13 Agustus 2025.

Karena itulah kemudian muncul gagasan untuk memanfaatkan potensi wilayah ini dengan menjadikannya sebagai desa wisata. Lelaki yang biasa dipanggil Pak Hank ini menyebut potensi desanya cukup besar.

blank
Monumen pertempuan Karanggayam dengan Patung Mayjen Panoedjoe dan prasasti nama-vama pejuang yang gugur. Foto: R. Widiyartono

“Di sini ada jejak sejarah perjuangan berupa monumen dan prasasti pertempuran antara tentara RI melawan Belanda pada tahun 1947. Ada 40-an pejuang kita yang gugur, tetapi korban dari Belanda lebih besar sekitar 60-an,” tutur Hank.

Mayjen Panoedjoe kala itu sebagai komandan di wilayah Kedu, yang  memangku wilayah ini ini. Sebagai tapak jejaknya, maka di sini dibangun monumen.