
“Strategi tersebut menjamin kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2025,” kata Agustin.
Kebijakan ini menurut, Agustin menyebut, sangat efektif untuk mengurai kepadatan.
“Terbukti di jalur-jalur arteri mengalir lancar. Namun, saya meyakini jika terjadi penumpukan, teman-teman dari Jasa Marga, kepolisian, dan Dinas Perhubungan Kota Semarang akan melakukan antisipasi untuk mengatasi lonjakan kendaraan. Kami semua standby,” katanya.
Lebih jauh, Agustina mengatakan bahwa pemerintah telah menerapkan pemberlakuan jalur satu arah lokal dari Tol Kalikangkung hingga Tol Bawen dimulai sejak Jumat 28 Maret 2025.
“(Pelaksanaan) sampai Minggu 30 Maret 2025, tetapi tidak menutup kemungkinan hingga Senin 31 Maret 2025, karena volume kendaraan saat hari H Idul Fitri cenderung meningkat sehingga jalur-jalur yang mengarah ke wilayah padat akan diatur,” ujar Agustina.
Dia mengungkapkan pula bahwa pihaknya akan menerapkan rekayasa one way lokal bangkitan arus balik yang menuju ke Jakarta sembari menunggu ketentuan teknis lebih lanjut.
Menurutnya, pemerintah terus berupaya menyiapkan sejumlah pengaturan dan manajemen lalu lintas dengan baik untuk mengendalikan arus mudik dan balik Lebaran 2025 agar semuanya berjalan lancar, aman, nyaman, dan selamat sampai tujuan.
“Mudah-mudahan mudik tahun ini lancar sehingga masyarakat bisa berbahagia bertemu keluarga,” pungkasnya.
Hery Priyono