
Ini sah-sah saja, dan tidak ada aturan apa pun yang dilanggarnya. Dan taktik macan guguh semacam ini menggambarkan betapa taktik berkuasanya dalam konteks kemasyarakatan kita dapatlah disebut julig, pinter. Justru yang, maaf, bodoh adalah dia atau mereka yang tidak menempuh kudhung walulang macan.
Baca juga Pengung
Lagi-lagi, kita saat ini sedang membahas tentang taktik. Minggu lalu taktik berpolitik malik bumi; nahhhhh…..sekarang ini taktik berkuasa. Di antara sekian banyak taktik berkuasa, ada saja yang menempuh taktik macan guguh. Dalam minggu-minggu ke depan, berbagai taktik masih akan dibahas, termasuk misalnya taktik sluman-slumun-slamet main zik-zak tetep kanggo, orang pinter main zik-zak sehingga masih terus dapat jabatan.
Seorang politikus berdiskusi dengan malaekat demikian: “Apa artinya satu menit di surga itu?” tanya politikus.
Malaekat itu menjawab: “Satu miliar tahun.”
Politikus itu bertanya lagi: “Kalau satu rupiah, apa artinya itu di surga?”
Malaikat menjawab sabar: “Satu trilyun rupiah.” Politikus itu lalu mengajukan permintaan: “Malaikat, tolong saya diberi satu rupiah saja, cukup bagiku untuk melanggengkan kekuasaan saya.”
Malaekat berdiam sejenak seraya mesam-mesem, baru kemudian menjawab: ”Tunggulah satu menit saja ya.”
JC Tukiman Taruna, Pengajar Pengembangan Masyarakat di Pascasarjana UNS Surakarta dan SCU Semarang