blank
Bang Sam (kedua dari kanan), saat melakukan peluncuran Book Club Sangkar Wiku, didampingi Rayni N Massardi (kiri) dan Maya Diana K Dewi (kedua dari kiri). Foto: riyan

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Ada yang spesial di acara yang digelar di Kotta Hotel, Semarang, Minggu (4/2/2024). Sosok spesial yang hadir dalam acara Launching Book Club Sangkar Wiku itu adalah, desainer top Indonesia, Samuel JD Wattimena.

Kenapa kemudian disebut spesial, karena Bang Sam, sapaan akrab Samuel Wattimena, dikenal sebagai pria yang selalu akrab dengan dunia rancang busana, yang telah digelutinya selama lebih dari 45 tahun.

Kini dia membuka cakrawala baru, guna mengenal komunitas yang lebih beragam dan luas. “Perkenalannya” dengan penulis buku Rayni N Massardi dan Maya Diana K Dewi (Founder Komunitas Diajeng Semarang/KDS), makin membuatnya bergairah untuk mengenal lebih jauh tentang dunia tulis menulis.

BACA JUGA: Puluhan ASN di Blora Terima SK Pensiun dan Piagam Penghargaan

”Atas dasar kecintaan pada dunia tulis menulis, dan sharing dengan beberapa penulis, kami meluncurkan Book Club bernama Sangkar Wiku, bersama Rayni dan Maya,” kata Bang Sam, dalam keterangannya di sela acara.

Ditambahkan Caleg DPR RI dari PDIP untuk wilayah Jateng I (Kota Semarang, Kabupaten Kendal, Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga) itu, dua penulis wanita ini, telah mengenalkannya pada dunia baru yang memang sudah diidam-idamkannya.

Dia ingin ikut memberikan kontribusi berupa edukasi literasi, khususnya kepada komunitas pembaca buku. Seperti diketahui, Rayni adalah penulis kelahiran Brussels (Belgia), istri dari pengarang top Noorca M Massardi. Sedangkan Maya Diana merupakan pendiri KDS.

BACA JUGA: 6.869 Anggota Satlinmas di Blora Disiagakan Amankan 2.977 TPS Pemilu 2024

Dalam acara itu, Rayni membagikan buku sketsa berjudul Darah, dan novel grafis Tidak Jatuh Cinta. Maya pun membagikan buku berjudul Sentini, yang menceritakan seorang bakul jamu gendong dengan segala romantika hidupnya.

”Kami bangga, karena peluncuran Book Club Sangkar Wiku ini, dihadiri banyak komunitas pecinta dunia tulis menulis. Kami ingin lebih fokus tukar pengalaman antarpenulis dan pembaca, tentang buku-buku yang lagi populer, atau info tentang jaringan penerbit,” ungkap Staf Khusus Kementerian PPA ini.

Bang Sam nantinya akan membuat jaringan Sangkar Wiku ini secara online, karena bisa menjangkau dengan komunitas yang lebih luas. ”Nantinya kita bisa bikin preview untuk salah satu buku baru yang terbit,” imbuhnya.

BACA JUGA: Wali Kota Semarang Temukan Saluran Air Tersumbat Penyebab Banjir di Bulu Lor

Sementara itu, salah satu seniman senior asal Kota Semarang, yang juga seorang penulis, Gunoto Saparie, memberikan apresiasinya atas peluncurang Book Club Sangkar Wiku ini.

Dia menyebut, dengan adanya komunitas baru itu, akan makin mendekatkan kalangan awam untuk juga mencoba belajar menulis, khususnya sastra, ataupun hanya ingin membaca sebuah buku.

”Sangkar Wiku kami yakini akan makin menggugah para penulis atau pegiat sastra yang coba ingin berkembang. Selamat kepada Bang Sammy, atas peluncuran Book Club Sangkar Wiku ini,” tukas Gunoto, yang juga ketua organisasi penulis bernama Satupena ini.

Riyan