blank
Suasana di Pendopo Tumenggung Bahurekso. Foto: Sapawi

KENDAL (SUARARU.ID)– Suatu kehormatan tahun 2024 ini, Kabupaten Kendal menjadi tuan rumah asistensi dan supervisi pengelolaan bantuan keuangan kepada kabupaten/ kota wilayah eks Bakorwil I.

Hal tersebut dikatakan Bupati Kendal Dico M Ganinduto, saat menghadiri acara Asistensi dan Supervisi tentang “Pengelolaan Bantuan Keuangan kepada Kabupaten/ Kota Tahun Anggaran 2024 di Wilayah Eks Bakorwil I”, di Pendopo Tumenggung Bahurekso Setda Kendal, Kamis(01/02/2024).

“Saya juga menyambut baik dengan dilaksanakan kegiatan ini, yang diikuti 11 kabupaten/ kota di Jawa Tengah dengan tujuan percepatan pelaksanaan kegiatan bantuan keuangan kepada kabupaten/ kota tahun anggaran 2024,”kata Dico M Ganinduto.

Selain itu juga, Dico juga menyampaikan bahwa kegiatan ini untuk  memastikan rencana kerja operasional(RKO) kegiatan dapat diselesaikan seluruhnya. Mengurangi potensi adanya kontrak kritis dan penyaluran bantuan di akhir tahun.

“Tak hanya itu, kegiatan ini dilakukan juga untuk mengakselerasi konsumsi masyarakat, meningkatkan produktivitas perekonomian dan menciptakan lapangan kerja,” ujar Dico.

Dico berharap, bantuan keuangan ini dapat dilaksanakan dengan amanah dan berdampak positif bagi masyarakat, pelaksanaannya taat kepada peraturan perundang- undangan efektif, efisien dan akuntabel serta pengawasan dan supervisi dilaksanakan secara optimal.

Kepala Biro Administrasi Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Tengah, Andi F Efendi mengatakan, jumlah bantuan yang diberikan kepada Kabupaten Kendal senilai Rp 20 miliar, namun khusus untuk penanggulangan stunting senilai Rp 7 miliar.

Sementara itu, Asisten Administrasi Provinsi Jawa Tengah, Arif Sambodo menyampaikan bahwa, acara ini dilakukan terkait dengan kegiatan bantuan dari Provinsi Jawa Tengah.

“Kita mengundang mereka agar pelaksanaannya bisa secepat mungkin, sehingga masyarakat bisa merasakan manfaat kegiatan ini seawall mungkin,” kata Arif Sambodo.

Di sisi lain juga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di masing- masing kabupaten kota itu bisa bergerak cepat, karena faktor belanja pemerintah itu merupakan salah satu pemicu utama pertumbuhan ekonomi.

“Sehingga ada multiplier effect yang bisa mendorong masyarakat berpartisipasi untuk menggerakan perekonomian,”kata Arif Sambodo.

Arif Sambodo mengatakan, bantuan keuangan yang diberikan kepada 35 kabupaten/ kota se- Jawa Tengah tahun anggaran 2024 sejumlah Rp 1, 89 triliun, yang terdiri dari Rp 3 miliar, penanggulangan gizi buruk senilai Rp 194, 6 miliar, TMMD senilai Rp 24, 9 miliar, sarana prasarana Rp 524, 7 miliar dan bantuan pendidikan sebanyak Rp341, 8 miliar.

Sapawi