blank
Bambang Raya Saputra (kiri), kembali memimpin Pengprov Forki Jateng untuk periode 2023-2027. Foto: dok/pengprovforki

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Ketua Umum terpilih dalam Musprov Forki Jawa Tengah, Bambang Raya Saputra SE MBA menegaskan, untuk periode kedua kepemimpinannya dalam induk organisasi karate ini, sekarang fokus untuk menghadapi PON XXI Aceh–Sumut, dan penguatan di bidang pembinaan prestasi (binpres).

Menurut dia, kepengurusan untuk periode 2023-2027, pasti melibatkan para praktisi karate Jateng dari berbagai perguruan.

”Kami ingin membangun karate secara utuh. Karena itu, kuncinya adalah formatur hasil Musprov yang digelar 22 Januari lalu di Purwodadi, Grobogan, harus mencari personel yang bisa dan mau diajak kerja sama, untuk mencapai misi Pengprov Forki Jateng,” kata dia dalam keterangannya di Semarang, Rabu (31/1/2024).

BACA JUGA: STMIK Himsya Gandeng Kadin Kota Semarang Kerja Sama Kewirausahaan bagi Mahasiswa

Disebutkan dia, pada periode kepengurusan 2019-2023, pihaknya memang fokus pada perbaikan organisasi. Tata kelola organisasi yang baik dan benar, mutlak diperlukan untuk mencapai tujuan. Bidang organisasi sudah tertata dengan sangat baik, AD/ART menjadi dasar utama dalam menjalankan roda organisasi.

Bukan hanya itu, Forki Jateng juga sudah membuat Peraturan Organisasi (PO), serta prosedur standar operasional atau Standard Operating Procedure (SOP), dalam melaksanakan berbagai kegiatan.

”Karena aturan organisasi sudah kita buat dengan baik, maka periode ini kami fokus di bidang prestasi,” tegasnya.

BACA JUGA: Kerajinan Kulit Ikan Pari Ardiyansyah Binaan BUMN Rembang Tembus Pasar Tiongkok

Ditambahkan dia, untuk empat tahun ke depan, memang prioritas ada di bidang binpres. Dalam hal membentuk tim PON XXI yang tangguh misalnya, maka pelaksanaan pelatda karate harus terencana dan terukur.

Para karateka yang diturunkan di PON pun, imbuhnya, harus ditangani secara matang, dengan tim yang solid dan dalam waktu yang memadai. Misalnya minimal empat atau lima bulan.

Sementara di bidang binpres, Bambang menyebutkan, ini merupakan keharusan. ”Kalau kita bicara tentang pembinaan prestasi, maka unsur yang perlu dimatangkan adalah, kualitas pelatih dan wasit atau juri, dan juga memperbanyak ruang kompetisi bagi atlet,” lanjut dia.

BACA JUGA: Polisi, Pemkot dan KPU Berkolaborasi untuk Keamanan Distribusi Logistik yang Dimulai Hari Ini

Karena itulah, ke depan di bidang kepelatihan misalnya, harus memperbanyak kegiatan kajian teknis, mungkin berbentuk seminar teknik atau workshop teknik. Hal yang sama di bidang wasit/juri, dengan pengayaan ilmu dan peraturan pertandingan, bahkan tak ketinggalan tentang gesture yang benar, untuk para pengadil itu.

Dari pengalaman mengadakan penataran wasit/juri yang digelar di Purwodadi, Bambang melihat, sisi kualitas dan kemampuan masih ada jurang pemisah atau gap kualitas, antara wasit senior dengan junior. Maka dalam program di bidang ini, selain kaderisasi, juga perlu mempercepat proses pematangan keilmuan wasit/juri yang baru.

”Ini penting untuk memenuhi kebutuhan yang sangat besar dari daerah-daerah, atau cabang Forki kabupaten/kota,” terang dia.

BACA JUGA: KPU Kendal Gelar Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara di Desa Blimbing

Bambang Raya kembali mengingatkan, program ini bisa dilaksanakan jika pengurus kompak untuk membawa Forki Jateng lebih baik dan lebih maju. Artinya, semua harus bekerja sesuai tugas pokok dan fungsinya, sehingga tidak tumpang tindih.

Ditegaskan juga, pengprov pun akan dilakukan evaluasi setiap tahun, gerak organisasi harus selalu segar dan sehat, sehingga yang tidak berfungsi tentu segera diganti atau di PAW (pergatian antarwaktu), agar tidak mengganggu kinerja organisasi secara keseluruhan.

”Yang pasti kami sudah punya aturan organisasi. Karena sistem sudah ada, maka semua yang terlibat harus masuk dan patuh pada sistem. Dalam hal ini saya harus tegas. Maaf saja, bagi yang tidak mau menyesuaikan diri atau diatur oleh peraturan, pasti tidak saya masukkan dalam kepengurusan,” tegasnya.

Riyan