blank
Doni di tokonya, yang dipenuhi dengan berbagai macam jenis bunga. Banyaknya pesanan membuat bisnis ini sangat menjanjikan. Foto: tirza

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Sedikitnya lowongan pekerjaan dan meningkatnya jumlah sumber daya manusia, menyebabkan persaingan yang sangat ketat dalam mencari mata pencaharian secara mapan dan tetap. Dan atas kondisi itu, dibutuhkan improvisasi masing-masing orang agar bisa mandiri.

Hal itu pula yang dialami Doni. Karena tidak memiliki ijazah dan sertifikasi yang bisa membuktikan kemampuannya dalam bidang tertentu, membuat dirinya kesusahan dalam mencari pekerjaan.

Namun hal itu tidak mematahkan semangatnya untuk terus berjuang agar mandiri. Dan dia akhirnya melihat peluang, untuk menjadi seorang pedagang karangan bunga. Atas upayanya yang tak kenal kata menyerah, dia kini punya kios bunga di Jalan Dr Sutomo No 60, Kalisari, Kota Semarang.

BACA JUGA: Polrestabes Semarang Buka Posko Donasi Knalpot Brong untuk Panti Asuhan

Menurut Doni, menjadi seorang pedagang karangan bunga tidak memerlukan ijazah ataupun kursus untuk merangkai bunga. Maka dari itu, Doni memilih profesi ini dengan membuka toko karangan bunga yang kemudian dia beri nama Najwa Florist.

”Kami menyediakan berbagai jenis bunga segar, seperti krisan, mawar, lily, lavender, dan masih banyak lagi. Jenis karangan ada dua jenis, buket dan menggunakan papan,” terang dia saat ditemui di tokonya, Selasa (16/1/204), yang saat itu sedang ramai pemesan.

Dia juga menyebut, bahan-bahan yang disiapkan untuk membuat karangan buket adalah, bunga segar atau bunga plastik, kertas mika, dan kertas warna. Sedangkan bahan-bahan yang dibutuhkan dalam membuat karangan bunga papan adalah styrofoam, bunga segar, dan bambu.

BACA JUGA: Peraturan Baru World Karate Federation Mulai Dikenalkan

”Kisaran harga karangan bunga jenis buket dimulai dari Rp 50 ribu. Sedangkan yang menggunakan papan dimulai dengan harga Rp 400 ribu,” ungkap dia, seraya menyatakan, kisaran harga tergantung dari permintaan pembeli, dan jenis bunga yang diinginkan sang pemesan.

Diungkapkan Doni, selama menjani bisnis karangan bunga ini, kesulitan yang sering kali dialami yakni, mengejar waktu dalam mengantarkan pesanan untuk tiba tepat waktu kepada kliennya. Arus lalu lintas merupakan alasan utama Doni, seringkali mengalami kesulitan itu.

”Namun meski begitu, saya bersyukur bisa mengelola usaha ini, karena banyak mendapat pesanan. Kami hanya berharap, usaha ini bisa terus menghidupi keluarga besarnya,” tukas dia.

Mg2