blank
Suyanto, Lurah Langensari, Kecamatan Ungaran, Kabupaten Semarang di kantornya, Kamis (4/1/2024). Foto : Dok Absa

UNGARAN (SUARABARU.ID) Upaya jumlah anak stunting menjadi nihil di tahun 2024 ini, menjadi program andalan Lurah Langensari, Kecamatan Ungaran, Kabupaten Semarang, selain juga tetap menjalankan program pemberdayaan masyarakat lain di wilayahnya.

Hal itu diungkapkan Lurah Langensari Suyanto kepada wartawan, di kantornya Jalan Kertanegara, Kelurahan Langensari, Kecamatan Ungaran, Kabupaten Semarang, Kamis (4/1/2024).

“Untuk penanganan stunting, tahun 2024 ini target kita Zero lah. Pendekatannya, kita selalu turun ke masyarakat yang membutuhkan bantuan. Kita dampingi terus, masalah makanan, susu kita berikan secara langsung,” ujarnya

Dikatakan pula oleh Suyanto, karena di tahun 2023 sebelumnya ada penggeseran anggaran untuk menangani stunting, maka lebih fokus dalam penyediaan makanan tambahan, susu dan lain sebagainya untuk anak stunting, sehingga ada penurunan jumlah anak penderita stunting.

“Karena di tahun 2023 kemarin ada penggeseran anggaran untuk menangani stunting semua. Untuk pembelian makanan tambahan, susu formula dan lain sebagainya, akhirnya menurunnya (stunting) drastis, dari Saya masuk sini ada 27, sekarang ada 12 anak stunting,” tandasnya.

Sedang untuk wilayah yang dominan (paling banyak) anak stunting, lanjut Suyanto, dari enam wilayah Rukun Warga (RW) dan 56 Rukun Tetangga (RT) di wilayahnya, penderita anak stunting yang dominan (paling banyak) berada di RW 5 atau wilayah Kali Doh.

“RW 5 Kali Doh ya, depan Pasar Babadan masuk. Karena di situ warganya banyak sekali, ada 14 RT di situ yang paling dominan (stunting). Karena di situ dulunya kan sawah, banyak kos-kosan, dekat pabrik, dekat pasar,” ungkap mantan Kasi Pemerintahan Kelurahan Ungaran.

Tekankan Jaga Netralitas

Untuk menjaga suasana Pemilu 2024 di wilayah yang memiliki 7.500 Daftar Pemilih Tetap (DPT) tetap kondusif, Lurah Langensari menekankan untuk tetap menjaga netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Non ASN di jajarannya.

“Alhamdulillah untuk Langensari kondusif, sampai saat ini ya. Karena kita penekanan netralitas tetap kita jaga, supaya guyub. Jangan sampai gara-gara beda pilihan akhirnya jadi perpecahan. Itukan tidak bagus. Untuk menjaga itu, ya kita selalu turun ke lapangan untuk selalu menjaga kondusifitas di wilayah Langensari,” tegasnya.

Oleh sebab itu Lurah Langensari berharap, agar ke depan agar terbebas dari stunting, rakyat di wilayahnya makin makmur dengan kemandirian ekonomi warganya, tanpa bantuan dari pemerintah.

“Harapannya Langensari bebas dari stunting, rakyatnya makmur tidak menerima bantuan dari pemerintah dan mandiri,” harapnya mengakhiri.

Absa