Ketua DPD Partai Golkar Kota Semarang Erry Sadewo, beramah-tamah dengan Bawaslu Kota Semarang usai pendaftaran Bacaleg di KPU Kota Semarang, Sabtu sore (13/5/2023). Foto : Absa

SEMARANG (SUARABARU.ID) Partai Golkar daftarkan Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang, 75 persen Kaum Milenial atau kaum muda, dengan target perolehan kursi sebanyak 7 kursi, untuk mewakili masing-masing daerah pilihan (dapil) di Kota Semarang.

“Jadi Golkar (mendaftarkan Bacaleg) 75 persen Kaum Milenial. Maka kita-kita yang sudah cukup waktu, memberikan estafet kepada kaum milenial untuk meneruskan dan memperjuangkan apa yang menjadi cita-cita. Dengan target 6-7 kursi, minimal di masing-masing dapil ada wakilnya,” jelas Erry Sadewo, Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Semarang di kantornya Jalan Veteran No 32, Mugasari, Kota Semarang, usai mendaftarkan Bacaleg ke KPU Kota Semarang, Sabtu sore (13/5/2023).

Diakui oleh Erry Sadewo, potensi yang dimiliki Bacaleg Partai Golkar Kota Semarang sangat bagus, sehingga diyaqini tiap-tiap dapil dapat memperoleh 1 wakilnya atau 1 kursi, dengan potensi maksimal ada di dapil 4 Kota Semarang.

“Potensi semua dapil kuat, karena caleg-caleg yang ditampilkan baik semua. Kalau (Caleg) kita yang termuda berusia 23 tahun. Dengan target jumlah suara sebanyak 90 ribu suara, karena suara sebelumnya hanya 58 ribu suara,” paparnya.

Sedang kuota keterwakilan perempuan, lanjutnya, sudah terpenuhi, bahkan lebih hingga 38 persen dari jumlah total kuota kursi DPRD Kota Semarang sebanyak 50 kursi.

“Caleg wanita kita terpenuhi. Sekarang caleg wanita kita ada 19 orang,” tegas Ketua Forum Pembauran Kebangsaan Kota Semarang ini.

Kepada kaum muda Milenial Kota Semarang, Erry Sadewo menyampaikan pesan khusus, sudah saatnya kaum muda Milenial itu untuk meneruskan secara estafet perjuangan generasi seniornya. Dan jadilah sebagai seorang belandong (penebang kayu), jangan menjadi gerandong, yang memiliki filosofi arti jadilah seorang pekerja keras, jangan menjadi orang yang menjarah haknya orang lain.

“Jadi belandong atau penebang kayu itukan seorang pekerja keras. Kalau gerandong itukan melambangkan orang yang menjarah hak rakyat. Jadi ya ini saatnyalah, ini estafet untuk kaum-kaum muda, kita tampilkan putra-putra terbaik dari Partai Golkar untuk maju (Bacaleg),” pungkasnya.

Absa