blank
Bupati Kudus HM Hartopo saat meninjau pasar murah Dinas Pertanian. Foto: Ist

KUDUS (SUARABARU.ID) – Inisiasi Bupati Kudus Hartopo untuk menggelar Pasar Murah sebulan sekali telah terealisasi. Kegiatan yang diadakan di depan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus pada Jum’at, (14/4) dipadati masyarakat.

Hartopo yang meninjau Pasar Murah mendukung langkah dinas dalam menyediakan sembako murah bagi masyarakat.

“Pasar Murah ini diadakan sebulan sekali pada minggu kedua ya. Kalau bisa rutin seperti ini bagus, memudahkan masyarakat mengakses sembako murah,” terangnya.

Bupati menjelaskan harga jual sembako di Pasar Murah relatif lebih murah dibandingkan di pasar. Harga terpaut sekitar dua ribu rupiah. Melalui Pasar Murah pula, petani juga terhindar dari tengkulak yang biasanya membeli dengan harga murah.

“Baik petani dan masyarakat sama-sama beruntung. Masyarakat juga dapat sembako dengan harga murah. Petani juga bisa langsung mendistribusikan hasil taninya,” paparnya.

Selain itu, Hartopo menyoroti penggunaan kupon untuk membeli sembako murah. Bupati meminta agar pendistribusian kupon lebih merata dan menjangkau masyarakat kurang mampu. Koordinasi dengan kepala desa se-Kabupaten Kudus juga bisa dilakukan sebagai upaya pembagian kupon sembako murah secara lebih merata.

“Kalau bisa kuponnya lebih menjangkau masyarakat kurang mampu. Bisa koordinasi dengan kepala desa,” imbuhnya.

Menjelang lebaran, bupati memastikan stok sembako di Kabupaten Kudus aman. Harga sembako seperti beras, cabai merah, dan bawang merah relatif stabil. Menurutnya, Pasar Murah juga berkontribusi untuk menekan laju inflasi di Kabupaten Kudus.

“Saya sudah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Pangan, Dinas Perdagangan, dan Bulog, stok beras aman dan harga sembako stabil,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus Didik Tri Prasetiyo akan segera menindaklanjuti arahan Bupati Kudus. Pihaknya menjelaskan, penggunaan kupon dilakukan untuk menjangkau masyarakat lebih luas. Didik menuturkan Pasar Murah akan digelar pada Jum’at minggu kedua setiap bulan.

“Kamu gelar rutin setiap bulan sesuai arahan Pak Bupati,” ucapnya.

Kali ini, beras yang disediakan lebih banyak dibandingkan Pasar Murah sebelumnya. Bulog menyediakan stok 2,5 ton beras dan Gapoktan menyediakan 1,5 ton beras. Harga jual pun lebih murah sekitar Rp 2.500-3.000 dari harga pasar. Dirinya menuturkan, animo masyarakat tinggi. Bahkan, masyarakat datang sejak pukul 06.00 WIB. Padahal, Pasar Murah baru dibuka pukul 07.00 WIB.

“Kami menyediakan pasokan beras lebih banyak dari bulan lalu. Alhamdulillah hari ini animo masyarakat sangat tinggi,” paparnya.

Ali Bustomi