blank
Ferdinand (kedua dari kanan) didampingi jajaran Wakil Rektor SCU. Foto: riyan

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Rektor Soegijapranata Catholic University (SCU) Semarang, Dr Ferdinandus Hindiarto SPsi MSi mengatakan, peringkat Unggul bukan menjadi tujuan akhir. Namun buah dari ketekunan sebuah proses semua pihak, yang disatukan dalam kehendak baik.

Hal itu seperti yang disampaikannya, saat melakukan buka puasa bersama dengan awak media, di Kampus II SCU kawasan BSB, Semarang, Kamis (13/4/2023).

Hadir dalam acara ini, Dr Berta Bekti Retnawati SE MSi (Wakil Rektor Akademik Kemahasiswaan dan Alumni), Dr Agnes Advensia C SE MSi Akt (Wakil Rektor Pengembangan Sumber Daya), Dr R Probo Yulianto Nugrahedi STP MSc (Wakil Rektor Kerjasama dan Pengembangan Bisnis).

BACA JUGA: Petani Penggarap Lahan di Sugihmanik Tanggungjarho Terima Uang Kerohiman

Disampaikan Ferdinand, pada Maret 2023, SCU meraih peringkat 20 sebagai Perguruan Tinggi Terbaik di Indonesia, dan peringkat pertama sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Terbaik di Jawa Tengah versi Unirank.

”Pada April ini, SCU atau Unika Soegijapranata, mendapatkan akreditasi sebagai Perguruan Tinggi Unggul, dari lembaga resmi akreditasi yang dibawahi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, yaitu Badan Akreditasi Nasional-Perguruan Tinggi (BAN-PT),” kata dia.

Menurutnya, sejak 2020 melalui Peraturan BAN-PT No 1 Tahun 2020 Pasal 1 No 8, BAN-PT telah mengeluarkan Regulasi IAPS 4.0 dan IAPT 3.0, yang merupakan instrumen terbaru untuk melihat klasifikasi perguruan tinggi dan program studi. Baik di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS).

BACA JUGA: Dandim Wonogiri Pimpin Bagi-bagi Takjil di Ruas Jalan Jenderal Sudirman

Regulasi baru ini, lanjut dia, lebih memudahkan PTN maupun PTS, dalam melaporkan status akreditasi. Instrumen ini juga telah didukung teknologi monitoring yang menyeluruh, dan pembinaan perguruan tinggi yang lebih baik.

”Perubahan ini juga didorong banyaknya perubahan pada masyarakat, kompetensi serta dunia kerja. Tentunya, ini mengubah sistematika akreditasi, yang sebelumnya menggunakan akreditasi 7 Standart dengan kualifikasi A, B, dan C, berubah menjadi Unggul, Baik Sekali, Baik, dan Tidak Terakreditasi,” papar Ferdinand.

SCU sebagai salah satu perguruan tinggi yang sudah menerapkan Regulasi IAPS 4.0 dan IAPT 3.0, mendapatkan akreditasi Unggul. Di waktu yang berdekatan, Program Studi (S1) Teknologi Pangan juga memperoleh akreditasi Unggul, dan Program Studi (S1) Sastra Inggris terakreditasi Baik Sekali.

”Kita harus tetap rendah hati, dan menjadikan ini sebagai sumber kekuatan untuk semakin suka cita dalam belajar, bekerja, dan melayani. Hasil ini juga bisa menjadi sumber semangat bagi setiap program studi, untuk berproses mendapatkan peringkat akreditasi yang terbaik,” pesan dia.

Riyan