blank
Ngadimin MT saat menjelaskan kegiatan saat bertemu Pj Bupati Jepara

JEPARA (SUARABARU.ID) – Jepara memiliki potensi kopi yang cukup besar baik jenis Robusta maupun Arabica dengan luas areal 2.504,54 ha dan produksi pertahun mencapai 1.091.750 kg. Karena itu festival atau pemeran menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan pasar komoditas kopi Jepara yang dikenal memiliki kualitas baik. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Pj Bupati Jepara yang telah memberikan dukungan penuh terhadap even ini.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ngadimin, ST,MM kepada media usai bertemu dengan Pj Bupati Jepara, Edy Supriyanta Kamis (23/2-2023) bersama panitia Festival Kopi dan Bazar UMKM Unggulan yang akan digelar Sabtu 25 Februari 2023 mulai jam 10.00 – 21,00 WIB di depan Museum RA Kartini Jepara. Ia didampingi oleh unsur pembina yang lain Edy Prasaja dan Ketua Panitia Novian Alvan Idrus.

Acara festival kopi ini juga dimeriahkan dengan tarian oleh Dinas Pariwisata, tampilan teatrikal oleh produsen kopi Dudakawu dan Sumosari, live music dari band-band asal Jepara, pameran UMKM, dan lomba penyajian kopi oleh barista-barista di Jepara.

blank
Pj Bupati Edy Supriyanta saat menerima panitia Festival Kopi Jepara

Ngadimin juga menjelaskan, potensi kopi Jepara yang tersebar di Kecamatan Keling, Donorojo, Kembang, Bangsri, Pakis Aji, Batealit, Mayong dan Nalumsari melibatkan 7.442 petani. “Jumlah terbesar adalah di kecamatan Keling, Kembang dan Bangsri,” ujar Ngadimin. Belum semua produsen kopi Jepara dapat dipasarkan. Karena itu kami hadir untuk memberikan ruang promosi, tambahnya.

Sementara ketua panitia festival, Novian Alvan Idrus menjelaskan festival kopi asli produk Jepara yang diselenggarakan oleh AWPI ini bertujuan untuk mengangkat produk produk kopi Jepara semakin dikenal dan digemari oleh masyarakat Jepara bahkan mampu menerobos pasaran hingga keluar Jepara. “Dalam acara festival kopi asli Jepara ada tiga produsen kopi yang akan ditampilkan, kopi Sumosari (Ucil Kopi), Kopi Dudakawu dan Kopi Kunir,” ujarnya.

blank

Menurut Novian Alvan Idrus, banyak produk kopi asli Jepara yang belum mampu memasuki pasar sehingga perlu dibantu meningkatkan daya saing dengan cara mengadakan event seperti festival kopi sebagai langkah pengenalan kepada masyarakat secara luas. Selain festival kopi juga diadakan bazar UMKM unggulan yang diikuti sekita 17 pelaku UMKM dengan berbagai macam produk unggulannya

Hadepe