blank
Ganjar (kedua dari kanan), bersama HM Muzamil dan KH Muhammad Yusuf Chudlori, membunyikan angklung, yang menandai dibukanya Konferwil IPNU dan IPPNU. Foto: hms

MAGELANG (SUARABARU.ID)–  Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, membuka Konferensi Wilayah (Konferwil) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) XVII dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) XVI, di Pondok Pesantren API Syubbanul Wathon, Secang, Kabupaten Magelang, Jumat (16/12/2022).

Agenda utama acara ini adalah, pemilihan ketua baru organisasi pelajar Nahdlatul Ulama Jateng. Hadir dalam Konferwil ini di antaranya, HM Muzamil (Ketua PWNU Jateng), KH Muhammad Yusuf Chudlori (Ponpes API). Selain itu, pimpinan IPNU dan IPPNU di semua tingkatan di Jateng.

Dalam sambutannya, Ganjar menyebut, IPNU dan IPPNU sudah menjadi ruang generasi muda, untuk membekali diri demi kesiapannya menuju masa depan bangsa.

BACA JUGA: Omzet Kripik Tempe Fitri Naik 80 Persen, Usai Ikut Hetero Space

”Organisasi ini sudah melatih mereka, mulai dari kepemimpinan, kepengikutan, dan keterampilan berkomunikasi, berorganisasi, termasuk memecahkan persoalan,” ujar dia.

Sehingga, keberadaan IPNU dan IPPNU perlu mendapat pendampingan yang maksimal. Hal inilah yang harus disiapkan, guna membentuk generasi yang hebat. Nantinya juga akan melahirkan pemimpin yang hebat di masa yang akan datang.

”Kalaulah kemudian organisasi seperti IPNU dan IPPNU ini ada pendampingan yang bagus, untuk menyiapkan anak-anak hebat dan berbakat ini, maka sebenarnya yang kita harapkan mereka akan menjadi pemimpin-pemimpin yang hebat di manapun mereka berada,” lanjut Ganjar.

BACA JUGA: Jateng Kini Punya Tiga Start-up Centre, Anak Muda Indonesia Silakan Bergabung

Di lain sisi, gubernur berambut putih itu juga menceritakan tantangan dan dinamika yang harua dihadapi para generasi muda. Di antaranya melawan hoaks, dan penggunaan teknologi informasi.

”Sementara proses kreatifnya selalu berjalan, dan pencarian jati dirinya lagi tumbuh, maka secara psikologis ini butuh pendampingan,” terang Ganjar lagi.

Dia juga berpesan kepada IPNU dan IPPNU, untuk mampu menjadi agen dalam melawan nilai-nilai yang tidak sesuai dengan adat ketimuran atau Pancasila.

”Kita lawan narkoba, bullying, dan kekerasan-kekerasan yang muncul, atau kemudian berkampanye untuk tidak melakukan pernikahan dini. Kita semua berharap, mereka bisa menjadi inspirasi bagi generasi seusianya,” pungkasnya.

Riyan