blank
Lestari Moerdijat. Foto: fn

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Sosialisasi masif terkait dampak yang ditimbulkan kebijakan baru di sektor hukum terhadap pariwisata Nasional, harus segera dilakukan. Diperlukan sejumlah langkah strategis, untuk mengantisipasi potensi hoaks yang terjadi.

”Kebijakan yang baru disepakati DPR dan Pemerintah terkait Undang-Undang tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), harus disosialisasikan secara masif kepada masyarakat. Hal ini mengingat banyak sektor terkait dengan kebijakan yang baru disepakati itu,” kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (10/12/2022).

Salah satu yang terdampak, ujar Lestari, adalah sektor pariwisata, yang pada pekan terakhir ini diwarnai hoaks tentang batalnya ribuan wisatawan Australia ke Bali, akibat aturan baru pada UU tentang KUHP, yang mengatur sanksi perzinahan.

BACA JUGA: 145 Pelari Ikuti Friendship Run 10K Merbabu Sky Race 2023

Pada satu kesempatan, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno juga menegaskan, tidak ada pembatalan kunjungan wisatawan mancanegara yang signifikan, usai disahkannya UU KUHP.

Dia mengaku, pihaknya telah menempatkan tim khusus di sejumlah negara yang menjadi target wisatawan mancanegara ke Indonesia.

Sedangkan General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Handy Heryudhitiawan, juga mengungkapkan,
penumpang dan penerbangan di Bandara Bali masih berjalan normal. Wisatawan dari Australia pun masih menjadi penyumbang kedatangan penumpang luar negeri terbanyak.

BACA JUGA: Eduwisata Kebun Nanas Pedawang,  Jadi Lokasi Wisata Baru di Kabupaten Kudus

Saat ini, total penumpang di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, baik kedatangan maupun keberangkatan, mencapai 22 ribu hingga 23 ribu per hari.

Menurut Rerie, sapaan akrab Lestari, serangan hoaks terkait sektor pariwisata itu, harus segera diatasi bersama, dengan langkah antisipasi yang tepat. Sehingga peluang pertumbuhan salah satu sektor andalan Indonesia itu, bisa terus direalisasikan.

Apalagi, ujar Rerie yang juga anggota Komis X DPR RI dari Dapil II Jawa Tengah itu, berdasarkan catatan BPS jumlah kunjungan wisatawan manca negara (wisman) ke Indonesia, pada Oktober 2022 mencapai 678,53 ribu kunjungan. Angka itu naik 364,31 persen, jika dibandingkan dengan kondisi pada Oktober 2021.

BACA JUGA: Kampanye Sepak Bola Patriotik Asia

Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, jumlah kunjungan wisman pada Oktober 2022 juga mengalami peningkatan sebesar 4,57 persen.

Tren peningkatan kunjungan wisman itu, tegas anggota Majelis Tinggi Partai Nasdem ini, harus terus dijaga agar mampu memberi kontribusi signifikan pada pertumbuhan ekonomi Indonesia.

”Karena kunjungan wisman, merupakan salah satu faktor pendorong bagi pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mencatat, ekonomi kreatif merupakan salah sektor penyumbang PDB Indonesia, dengan ditopang tiga subsektor utama lain, kuliner, fashion, dan kriya,” ujar Rerie.

BACA JUGA: Selama 2022 Pemkab Wonosobo Bangkit dan Bekerja Bersama Raih Prestasi Wujudkan Masyarakat Sejahtera

Sedangkan nilai ekspor ekonomi kreatif Indonesia pada 2021, telah mencapai 23,9 miliar dolar AS. Sebelumnya pada 2020, nilai ekspor ekonomi kreatif Indonesia baru mencapai 18,8 miliar dolar AS.

Pemerintah sendiri menargetkan, nilai ekspor ekonomi kreatif Indonesia pada 2022, dapat mencapai 25,14 miliar dolar AS.

Menurut Rerie, dampak kunjungan wisman terhadap pengenalan produk-produk kuliner, fashion dan kriya Indonesia, sangat signifikan. Sehingga diperlukan langkah-langkah strategis, agar sektor pariwisata Nasional dapat terus tumbuh, sehingga mampu ikut mengakselerasi pertumbuhan ekonomi secara Nasional.

Riyan