SEMARANG (SUARABARU.ID)– Ketua Pengurus Cabang Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Kota Semarang, Dr Supari ST MT menegaskan komitmennya, memperkuat peran strategis insinyur dalam mendukung pembangunan Nasional dan penguatan industri.
Menurutnya, insinyur tidak hanya berperan dalam pembangunan infrastruktur, tetapi juga menjadi motor penggerak inovasi, dan hilirisasi industri.
”Di tangan insinyur, tantangan menjadi berkah,” kata Supari, dalam silaturahmi dan peresmian Kantor PII Cabang Kota Semarang, yang ada di Jalan Mutiara Arteri C5 Semarang, Rabu (13/5/2026).
BACA JUGA: Kanwil Kemenkum Jateng Bekali Mahasiswa UIN Saizu Pemahaman KUHP Baru hingga KI
Dia menambahkan, pihaknya siap menjadi ujung tombak kaderisasi insinyur Indonesia. Selain itu, PII siap mendukung penuh dalam memperkuat organisasi, dan membangun jejaring kaderisasi hingga tingkat internasional.
”PII siap menjadi pusat inovasi bagi penemu muda Indonesia. Kami ingin solusi konkret dari anak bangsa ini, dapat dimanfaatkan untuk memperkuat hilirisasi dan industrialisasi Nasional,” ujar Supari, yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Semarang itu.
Hadir dalam kegiatan itu antara lain, Sekjen PII Pusat Dr Ir Teguh Haryono ST MBA IPU ACPE ASEAN Eng, Ketua PII Jateng Dr T Ir Herry Ludiro Wahyono ST MT IPU ASEAN Eng, dan sejumlah stakeholder.
BACA JUGA: Perkuat Tata Kelola Pemerintahan, Bupati Blora Lantik 191 Pejabat
Dalam sambutannya, Teguh Haryono mengatakan, insinyur memiliki peran untuk menggunakan ilmu yang telah ditemukan oleh seorang ilmuan, dan mengaplikasikannya pada suatu masalah.
Seorang insinyur tidak dapat memilih suatu masalah yang tertarik untuk mereka pecahkan, melainkan meraka harus memecahkan segala permasalahan yang ada, dan solusinya pun harus memenuhi kriteria kebutuhan. Solusi yang mereka berikan, harus dalam bentuk sesimpel dan seefektif mungkin.
”Peran utama insinyur ada dua, problem solver dan environment caretakers. Dalam pembangunan Indonesia, insinyur memiliki peranan juga sebagai transformator ekonomi. Untuk itu, pengurus PII Kota Semarang harus berkolaborasi dengan daerah lain, dan bekerja sama dengan perguruan tinggi dan masyarakat,” ujarnya.
Riyan













