SRAGEN (SUARABARU.ID) – Progres pengecoran jalan dalam Program TMMD Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen terus berjalan lancar. Di tengah kesibukan pembangunan, anggota Satgas TMMD bersama warga Desa Puro mulai melakukan inventarisasi perlengkapan kerja yang sebelumnya digunakan selama proses pengecoran jalan.
Rabu (13/05/2026), sejumlah anggota Satgas terlihat membantu warga mengumpulkan dan merapikan besi begesting yang mulai menumpuk di sekitar lokasi proyek. Peralatan tersebut kemudian dicatat dan dipersiapkan untuk dikembalikan ke inventaris desa agar tetap terawat dan dapat dimanfaatkan kembali.
Suasana gotong royong tampak begitu terasa. Anggota Satgas dan warga bekerja bersama memindahkan perlengkapan satu per satu sambil tetap menjaga kelancaran aktivitas pembangunan lainnya.
Basri mengatakan inventarisasi alat kerja dilakukan secara bertahap agar pekerjaan tidak menumpuk menjelang akhir pelaksanaan TMMD.
“Inventarisasi alat kerja kami cicil sedikit demi sedikit supaya tidak menumpuk dan mengganggu pekerjaan lainnya. Kami mulai dari begesting cor yang sudah tidak dipakai,” ujarnya.
Menurutnya, anggota Satgas TMMD tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga harus peka terhadap kondisi di lapangan dan membantu masyarakat dalam berbagai hal.
“Anggota Satgas tidak boleh hanya diam melihat warga bekerja sendiri. Kami harus tanggap situasi dan membantu, termasuk mengembalikan besi begesting ke tempat asalnya serta pekerjaan lainnya yang memang perlu dibantu,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa membantu masyarakat merupakan bagian dari tugas pengabdian TNI kepada rakyat.
“Apa yang kami lakukan ini adalah tugas negara. TNI harus membantu warga dan tidak boleh merugikan rakyat,” tambahnya.
Keberadaan besi begesting yang mulai tidak digunakan lagi memang perlu segera ditata dan dikembalikan agar area proyek tetap rapi dan aman. Selain menjaga ketertiban lokasi pekerjaan, langkah tersebut juga menjadi bentuk tanggung jawab dalam menjaga aset desa.
Warga Desa Puro pun mengapresiasi kepedulian anggota Satgas TMMD yang tidak hanya bekerja membangun jalan, tetapi juga ikut membantu merapikan dan menjaga perlengkapan milik desa.
Melalui kegiatan sederhana itu, semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat kembali terlihat nyata. Di balik pembangunan jalan yang terus berjalan, tumbuh rasa kebersamaan dan tanggung jawab bersama demi menjaga hasil pembangunan agar tetap bermanfaat bagi masyarakat desa.
Agus S













