blank
Amir Machmud (kanan), didampingi Arief Nugroho (Sekretaris Perusahaan Bank Jateng), saat memberikan pengarahan dalam kegiatan pelatihan jurnalistik tingkat dasar, yang diikuti 51 karyawan Bank Jateng cabang Jateng, DIY, dan Jakarta. Foto: riyan

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Bank Jateng Kantor Pusat bekerja sama dengan PWI Provinsi Jawa Tengah, menggelar pelatihan jurnalistik tingkat dasar. Sebanyak 51 karyawan dari perwakilan Bank Jateng cabang Jateng, DIY, dan Jakarta, mengikuti pelatihan ini di Hotel Aruss Semarang, Kamis (17/11/2022).

Kegiatan ini dibuka Arief Nugroho, Kepala Sub Divisi Komunikasi Corporate Sekretaris Perusahaan Bank Jateng. Sedangkan materi pelatihan jurnalistik disampaikan narasumber dari PWI Jateng, di antaranya Zaenal Mutaqien (Jurnalistik Masa Kini), H Isdiyanto Isman (Teknik Wawancara dan Memilih Topik Berita).

Ada juga Ade Oesman (Teknik Menulis Berita), Widiyartono Radyan (Teknik Menulis Artikel), Bachtiar Rifai (Teknik Membuat Materi Video dan Editing dan Al Komari (Teknik Editing dan Mengunggah Berita).

BACA JUGA: Satreskrim Polres Blora Tangkap Dua Pelaku Curas di Tempuran Blora

Ketua PWI Jateng, H Amir Machmud NS dalam keterangannya menyampaikan, pihaknya merasa senang, karena Bank Jateng mempercayai PWI Jateng untuk bersama-sama menggelar pelatihan penulisan.

”Dalam pelatihan jurnalistik ini, di dalamnya ada pengetahuan praktik jurnalistik dan praktik bermedia. Untuk korporasi Bank Jateng, targetnya bagaimana menulis yang benar, efektif dan bisa memberikan kemaslahatan bagi korporasi maupun masyarakat,” katanya.

Menurutnya, fenomena sekarang semakin banyak orang yang menulis dan menyampaikan pikiran, tapi tidak selamanya apa yang disampaikan melalui berbagai platform media dan berbagai sarana, akan membawa hasil yang baik.

BACA JUGA: Hujan Deras Memunculkan Bencana Tanah Bergerak di Batuwarno Wonogiri

Amir Machmud yang juga dosen jurnalistik di berbagai kampus ini menyebutkan, ada tiga poin penting dalam sebuah penulisan. Di antaranya menyangkut teknik, etika, dan estetika.

”Mengapa banyak orang berurusan dengan aparat hukum dan masalah sosial, mungkin mereka menulis dengan teknik yang lemah, dan etika yang tidak standar. Teknis oke, tapi etis kurang, akibatnya akan berurusan dengan UU ITE,” tuturnya.

Dijelaskan pula, sekarang ini menulis bukan hanya didominasi wartawan, tapi juga bagian keseharian masyarakat dari profesi apapun.

blank
Salah satu narasumber, Isdiyanto Isman, saat memberikan materi tentang Teknik Wawancara dan Memilih Topik Berita. Foto: riyan

BACA JUGA: Dinas Pariwisata Kabupaten Magelang Sajikan Objek Wisata Alam Dipadu Industri Oleh-oleh

”Kemampuan teknis menjadi tidak berarti, apabila tidak didasari dengan kemampuan eksplorasi hati nurani. Estetika hanya diperoleh, manakala kita menjalankan teknis dan etis,” jelasnya.

Sementara itu, Arief Nugroho, menyebutkan, kegiatan ini terselenggara karena memang kebutuhan jurnalistik sangat pesat. Terbukti dari banyaknya media-media baru bermunculan. Ada media cetak ada media elektronik.

”Kami harapkan nanti dari temen-temen yang hadir ikut dalam pelatihan ini, dapat mengikuti dengan seksama, dan mempraktikkannya,” ujarnya.

BACA JUGA: Tanpa Mengurus ke Disdukcapil, Pengantin Baru Akan Mendapatkan KTP el dan KK Baru

Ditambahkan dia, pihaknya yakin para narasumber akan memberikan penjelasan secara lengkap. Kita semua tahu, di Bank Jateng, baik di Kantor Pusat maupun Cabang, banyak sekali kegiatan yang menyangkut corporate event.

”Dengan pelatihan ini, membuat kita bisa mengambil sikap, apa itu berita-berita yang positif, berita negatif dan bagaimana kita bisa menulis, seperti apa menulis dengan baik dan benar, sesuai dengan teknik dan etika dalam jurnalistik,” tegasnya.

Riyan