blank
Maya Wima Linasti, saat mendesain kreasinya di bidang painting. Foto: maya

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Rumah industri UMKM Diajeng Maya Art & Craft, yang didirikan Maya Wima Linasti sejak 2015, belakangan ini namanya moncer di Kota Malang, Jawa Timur. Itu tak lepas dari upaya keras Maya dalam mengkreasi dan berinovasi, hingga produknya bisa merambah pasar Amerika.

Di kotanya, Maya dikenal ahli dalam melukis, dan mengkhususkan UMKM miliknya bergerak di bidang painting atau lukis. Medium yang digunakan mayoritas berupa kain, kaca, keramik atau glass painting. Selain itu, tangan terampilnya juga melukis kain pada baju dan tas, kanvas hingga anyaman pandan.

Seperti dituturkan Maya, pejalanan UMKM-nya tak selamanya mulus seperti jalan tol. Dia pernah harus jatuh bangun dalam menjaring konsumen. Dia berkisah saat pandemi covid-19 tahun 2020, usahanya nyaris limbung. Pandemi jadi mimpi buruk bagi usahanya.

BACA JUGA: Gowes Tanah Merdeka Berhadiah Mobil, Diisi Juga Vaksinasi Booster

Di tengah kebuntuan itu, dia ingat Lapak Ganjar, sarana promosi online bagi pelaku UMKM yang ingin memasarkan produk dan survive dalam usaha di tengah terpaan Corona.

”Tahun 2020-an saya benar-benar sepi orderan di kala pandemi. Saya merasa terpuruk. Namun harapan untuk bangkit itu datang, saat melihat Lapak Ganjar yang memberi ruang bagi UMKM untuk promosi melalui Instagram, dan saya pun langsung tertarik,” kata ibu tiga anak yang hobi menyanyi dan menari itu, kepada Tim SB, Sabtu (6/8/2022).

Maya ketika itu terpancing melihat lapak Gubernur Jateng ini, yang memuat postingan masker edisi Pancasila di akun Instagram. Dia pun mencoba merancang masker lukis burung Garuda dan pulau Indonesia. Ibarat peribahasa ‘pucuk dicinta ulam pun tiba’.

BACA JUGA: Orang Pintar Pasti: Ora Salah Gawe, Ora Salah Kedaden, lan Ora Salah Weweng

blank
Foto: screenshotlapakganjar

Produksi Maya lalu di-repost di Instastory lapak itu, dan setelah postingan naik, orderan pun perlahan mengalir, dan omzet produk masker lukisnya menanjak hingga 80 persen. Dia merasa makin cuan, dan mendapatkan brand awereness, usai produknya lebih dikenal pembeli dari berbagai provinsi di Jawa, Kalimantan dan Papua.

”Setelah di-upload di lapak ini, pemesanan meningkat sampai 80 persen untuk masker lukis. Selain itu juga, waktu itu keramik lukis saya mendapat orderan dari Keraton Surakarta. Kini saya sedang berinovasi melukis di media kulit,” imbuh Maya, yang melukis di berbagai media, seperti tas, jilbab, mug, lampu teplok sentir dan aneka porselen.

Maya sendiri mengapresiasi langkah Gubernur Jateng dalam upayanya membantu pelaku UMKM dalam memulihkan perekonomian. Maya tidak sendiri. Siti Alika, pelaku UMKM dari Bandung, juga memanfaatkan Lapak Ganjar sebagai sarana mengiklankan produknya.

BACA JUGA: Bazar Harlah NU Jadi Momentum Bangkitkan Geliat Ekonomi di Kudus

Dia adalah penjual hampers kue kering dan spaghetti, yang dijalankannya saat Ramadan 2021. ”Saya promo melalui lapak ini. Responsnya positif, pesanan bahkan datang dari luar Bandung,” kata Siti, seperti dilansir Metro TV, Selasa (22/6/2021).

Lain lagi cerita Rizky Juniyanto. Pemilik usaha gerabah batik di Desa Tegalrejo, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta itu, mengaku produknya lebih dikenal setelah dirinya memposting di Lapak Ganjar.

Follower Instagram-nya bertambah, dan ada permintaan kreasinya dari pembeli di Semarang, Pekalongan, dan Surabaya.

BACA JUGA: Piala Kemerdekaan Momentum untuk Tingkatkan Prestasi Sepakbola

blank
Ibu-ibu sedang mengkreasi di rumah gerabah Rizky Juniyanto, di Gunungkidul. Foto: jatengprov.go.id

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo sendiri tidak mempersoalkan jika program lapaknya yang diluncurkan Juli 2020 itu, diminati para pelaku UMKM dari luar wilayah Jateng. Dia bahkan turut senang, bisa membantu para pelaku UMKM bisa bangkit bersama pada situasi pandemi ini.

Sementara itu, pertumbuhan UMKM di Jateng diyakini sangat besar. Mengacu data Dinas Koperasi dan UKM Jateng, sejak tahun 2013 tercatat ada 90.339 UMKM binaan Pemprov Jateng, dan terus berkembang jumlahnya mencapai 177.256 UMKM binaan di tahun 2022.

Kepala Dinas Koperasi UKM Jateng, Ema Rachmawati mengatakan, dari tahun ke tahun pemerintah provinsi terus membina UMKM. Mulai dari pelatihan, edukasi perizinan hingga pemasaran.

BACA JUGA: Satu Abad, NU Ikut Berperan dalam Kondusifitas Kudus

Dikatakannya, pelatihan dan pembinaan terus dilakukan dengan menggandeng sejumlah marketplace besar. Beberapa program yang digagas Ganjar pun, membantu perkembangan UMKM di Jateng.

Di antaranya Lapak Ganjar, Hetero Space, maupun inovasi kredit kerakyatan. Bahkan Hetero Space kini menjadi rumah nyaman bagi pelaku UMKM serta start-up, dan memungkinkan keduanya berkolaborasi dalam mengembangkan bisnisnya.

Tim SB