KOTA MUNGKID(SUARABARU.ID) –Anggota DPR RI dari PKB, H Abdul Kadir Karding, ingin ada kebangkitan hijau (Nahdlatul Ulama) di Kabupaten Magelang. “Punya Bupati, punya Gubernur. Di Magelang warga NU-nya 90 persen. Masalahnya apa kok tidak punya Bupati,” katanya.

Dia mengatakan hal itu pada sosialisasi Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), di  Balkondes Wanurejo, Borobudur, hari ini Sabtu (6 Agustus 2022). “Saya ingin orang NU punya Bupati, karena jauh lebih menguntungkan. Kita coba punya Bupati rasanya seperti apa,” ujarnya.

Sementara ketika menyinggung soal nuklir, anggota Komisi VII DPR RI itu, menyampaikan, bisa jadi alternatif solusi, karena harga bahan bakar minyak (BBM) mahal. Acara tersebut sengaja diadakan di Balkondes untuk menggairahkan ekonomi desa. Karena Balkondes salah satu upaya mendorong dan meningkatkan ekonomi setempat. Itu hasil kerja sama desa dan BUMN.

“Saya pernah ke beberapa Balkodes ternyata sekarang sudah bangkit. Rupanya ekonomi rakyat sudah bangkit,” katanya.

Selebihnya dijelaskan, Bapetan itu badan pengawas pemanfaatan tenaga nuklir. Diakui, sejauh ini, nuklir di Indonesia agak ada masalah. Karena pandangan orang terhadap nuklir negatif. Masih banyak yang berpikiran bahwa nuklir itu bom.

Tetapi setelah dipelajari ternyata nuklir diciptakan Allah. Nuklir adalah sesuatu yang sangat bermakna bagi manusia.

Selama ini kita banyak memanfaatkan batubara. Itu merusak alam. Sekarang
harganya naik tajam, gas juga naik. “Kalau tidak disubsidi mesti pada demo. Harga produksinya hampir Rp 100 ribu tiap satu tabung,” ujarnya.

Dijelaskan, APBN tahun ini bertambah Rp 240 triliun, dari sebelumnya. Padahal negara yang mau maju tidak terlepas dari pemanfaatan energi seperti bensin dan listrik.

Tentang nuklir di beberapa negara aman-aman saja. Karena sudah sangat canggih. “Kita akan dorong agar nuklir tidak hanya untuk penelitian. Itu yang jadi PR kita. Tidak bisa hanya omong bahwa nuklir aman. Harus mendorong semua, fungsi nuklir bisa disebarkan secara cepat, agar tidak lagi terpikir bom,” harapnya.

Dia ingin tidak pernah khawatir tentang nuklir. Eropa, Jepang, sudah menjadikan nuklir sebagai sumber energi untuk berbagai kepentingan. Apalagi sekarang ada perubahan iklim, dampak rusaknya alam karena pengelolaan alam yang kurang tepat seperti penebangan pohon yang tidak karuan.

Maka harus cari energi yang terbarukan seperti nuklir. “Gelombang laut kalau besar sulit dikendalikan. Tapi kalau nuklir terukur. Saya mau usul pemanfaatan nuklir kecil-kecilan, supaya masyarakat bisa merasakan,” katanya.

Eko Priyono