Ilustrasi. Foto: Aceh

TERTARIK pada kisah Uwais Al-Qarany, teman diskusi saya sering mengirim doa (Alfatihah) kepada Uwais. Tak lama kemudian, terjadi fenomena unik.

Rumahnya sering didatangi pengemis, penderita gangguan jiwa, musafir, gelandangan, dan orang yang tak diperhitungkan.

Uwais, pada zaman Nabi SAW adalah pemuda yang hanya punya dua pakaian. Warga menganggapnya sebagai orang yang terganggu mentalnya. Namun Uwais itu ahli ibadah dan sepanjang hidupnya dimanfaatkan untuk merawat ibunya yang lumpuh dan buta.

Yang dia lakukan itu, siang berpuasa dan malam bermunajat kepada-Nya. Artinya, mengirim hadiah doa untuk “Sang Idola” berarti menarik getaran sejenis sosok yang diidolakan? Anda mau rajin kirim doa untuk siapa?

Selain doa untuk kedua orangtua, guru dan semua orang yang pernah berbuat baik, apalagi yang banyak mewarnai dalam kehidupan, kalau yang ini bisa dibilang wajib.