blank
Lestari Moerdijat. Foto: lmc

SEMARANG (SUARABARU.ID)- Tren peningkatan kasus covid-19 hingga enam kali lipat dalam satu bulan terakhir, harus diwaspadai semua pihak. Jangan sampai momentum untuk bangkit hilang, karena kita abai.

”Kasus positif covid-19 mencatatkan penambahan drastis. Kedispilinan kita untuk melakukan pencegahan penyebarannya sangat dibutuhkan,” kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (14/7/2022).

Catatan Satgas Covid-19 menyebutkan, terdapat 3.822 kasus positif covid-19 pada Rabu (13/7/2022). Jumlah kasus itu enam kali lebih banyak dari satu bulan lalu, yang hanya 591 kasus, pada Selasa (13/6/2022).

BACA JUGA: Empat Cabor Awali Perolehan Medali Popda Jateng

Tren kenaikan juga terjadi pada positivity rate mingguan, yang sudah berada di atas standar WHO, yakni 5,12 persen.

Menurut Lestari, sejumlah catatan itu harus benar-benar direspon dengan kedisiplinan masyarakat, dalam melakukan pencegahan. Seperti menerapkan protokol kesehatan, dengan memakai masker dan selalu menjaga kebersihan.

Upaya pencegahan penyebaran ini harus benar-benar dilakukan, tambah Rerie, sapaan akrab Lestari, karena saat ini kita sebagai bangsa sedang berupaya untuk bangkit dari ancaman keterpurukan dampak dari krisis global.

BACA JUGA: Ratusan Santri TPQ Plus Alqodar Sendangmulyo Sangat Gembira Dikunjungi Kasubdit Pendidikan Alquran Kemenag RI

Momentum kebangkitan dari hantaman krisis harus terus dijaga dengan berbagai upaya, tambah Rerie, termasuk mencegah covid-19 menyebar lebih luas lewat disiplin protokol kesehatan.

Anggota Majelis Tinggi Partai Nasdem itu sangat berharap, masyarakat dan para pemangku kepentingan di pusat dan daerah, berperan aktif dalam mendorong upaya pencegahan penyebaran covid-19, lewat sosialisasi yang masif.

Antara lain, memakai masker di area publik merupakan keharusan. Selain itu, terus meningkatkan daya tahan lewat perluasan cakupan vaksinasi booster.

BACA JUGA: Lapas Kelas II A Kendal Mulai Buka Kunjungan Tatap Muka Setelah Pandemi Covid-19

”Karena cakupan vaksinasi booster Indonesia saat ini masih di bawah standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yaitu masih di angka 25 persen. Padahal standar WHO untuk booster minimal 50 persen dari populasi,” ungkap dia.

Rerie sangat berharap, masyarakat benar-benar bisa memanfaatkan momentum untuk bangkit dengan baik. Hal itu bisa dilakukan lewat disiplin menjaga kesehatan dan kebersihan diri serta lingkungan. Kemudian terus berupaya meningkatkan produktivitas, dengan memanfaatkan berbagai peluang yang dimiliki.

Riyan