blank
BANTUAN - Personel Koti Mahatidana PMC PP Kota Tegal memberikan bantuan nasi bungkus kepada warga terdampak rob. (foto: dok pp)

TEGAL (SUARABARU.ID) – Banjir air laut meluap ke daratan (rob) yang menggenangi ratusan rumah di wilayah Kota Tegal, sejak Senin (23/05/2022) hingga Kamis (26/05/2022 sore masih terjadi menjadi perhatian Ormas Pemuda Pancasila Kota Tegal.

Hari pertama terjadinya rob ke pemukiman warga, malam itu juga kami bersama beberapa personil langsung membagikan ratusan nasi bungkus untuk warga Pondok Martoloyo yang terdampak,” kata Komandan Inti (Koti) Mahatidana Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kota Tegal, Ferry Manggarano, Kamis (26/05/2022) malam.

Pembagian nasi bungkus kata Ferry merupakan spontanitas anggota yang tergerak untuk saling berbagi terhadap warga yang sedang mengalami banjir rob. “Intinya kami berusaha untuk melaksanakan bakti sosial dengan membantu ala kadarnya terhadap warga yang terdampak. Meskipun bantuan hanya sedikit mudah-mudahan bisa meringankan beban warga,” ujar Ferry Manggarano yang akrab disapa Pele.

Riswanto (47) salah satu tokoh masyarakat Perumahan Pondok Martoloyo Kelurahan Panggung Kecamatan Tegal Timur Kota Tegal mengatakan, air mulai naik Senin (23/05/2022) sekitar pukul 16.00 WIB. Banjir rob kali ini merupakan yang terparah karena sebelumnya belum pernah terjadi. “Dulu pernah banjir pada Agustus 1998 karena tanggul sungai ketiwon jebol, dan ini baru terjadi lagi dengan ketinggian air lumayan tinggi. Dan ini merupakan yang terparah,” katanya.

Menurut Risnanto, jumlah rumah di wilayah itu sekitar 250 unit dan semuanya terendam. Bahkan, sekitar 90 persenya sudah masuk ke dalam rumah dengan ketinggian bervariasi. “Ini sekitar 90 persen sudah masuk rumah dengan ketinggian bervariasi,” ujarnya.

Sementara itu, akibat banjir rob yang melanda itu sebagian warga ada yang mengungsi ke tempat saudaranya yang lebih aman. Sebagian lainnya memilih bertahan di rumah sambil menunggu air surut kembali. Warga pun berharap ada upaya dari pemerintah setempat. Sehingga, banjir tidak terjadi lagi di kawasan itu.

Sutrisno