Kain shibori (Foto Alvaros)

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Teknik pewarnaan shibori sangat unik sebab teknik ini lebih mengendalikan pola. Seperti yang dilakukan oleh peserta Shibori Craft yang diselenggarakan oleh Balatkop Semarang, mereka bereksplorasi dalam menghasilkan warna yang variatif melalui proses pewarnaan shibori pada kain yang telah mereka lipat sebelumnya. Teknik pelipatan yang mereka lakukan berpola sama, namun ada juga yang berbeda.

Motif lipatan segitiga sama sisi (Foto: Jenni Collection)

Sesuai dengan namanya, shibori berasal dari kata shiboru berarti teknik pewarnaan kain dengan menggunakan metode ikat dan celup. Pewarna yang digunakan bisa menggunakan alam maupun sintetis. Namun, untuk pemertahanan warna agar terlihat lebih awet, warna sintetis lebih digunakan. “Sebelum diberi warna remasol, kain putih dicelup ke water glass dulu untuk mengikat warna dan menguatkan warna pada proses fiksasi,” ujar Jeanne Patalala narasumber dan instruktur kegiatan Pelatihan Shibori Craft yang diselenggarakan Balatkop Semarang (20/5-2022).

Jeanne Patalala narasumber sekaligus pemilik Jenni Collection saat mengajarkan teknik melipat Shibori (Foto Asti)

Popularitas shibori telah dipraktekkan di seluruh dunia. “Berbeda dengan kain pada umumnya, keunikan shibori terletak pada unsur warna dan motif yang kita tak akan bisa duga hasilnya sebelum lipatan pada kain yang telah diwarnai itu dibuka,” ujar pemilik Jenni Collection ini. Perbandingannya adalah 1 liter air dan 1 kg water glass (Sodium Silicate) dicampur dan diaduk, imbuhnya.

Jeanne Patalala narasumber sekaligus pemilik Jenni Collection saat mengajarkan teknik pewarnaan shibori (Foto: Asti)

Hasil dari pewarnaan dipengaruhi oleh salah satunya teknik pelipatan kain shibori. Jeanne menerapkan 5 lipatan shibori dalam kegiatan pelatihan. “Motif shibori yang dihasilkan meliputi lima lipatan yaitu segitiga sama kaki, segitiga sama sisi, segitiga bolak balik, segitiga bujur sangkar, dan segitiga persegi panjang,” jelasnya. Kemudian, lipatan itu diikat dengan karet.

BACA JUGA Gerakkan UMKM Melalui Pelatihan Keterampilan Usaha Produktif

“Teknik pengikatan pada lipatan kain baik satu ikat, dua ikat, tiga ikat, bahkan lebih akan menghasilkan motif yang berbeda saat proses pewarnaan dengan cara mencelupkannya di setiap ujungnya atau setiap sisi yang membatasi ikatan,” ungkap Jeanne. Bahkan, proses pewarnaan yang berbeda menghasilkan motif yang berbeda. Sehingga dipastikan motif shibori tak akan sama satu sama lain, imbuhnya.

Motif shibori akan terus bertahan selama seniman terus menggali kreativitas memainkan warna dan berinovasi menggabungkan teknologi tingkat tinggi pada pengerjaan tangan (handwork), imbuhnya lagi.

Alvaros