Personel polisi Ngadirojo Wonogiri, melakukan pengecekan ke kandang ternak sapi. Ini dilakukan dalam kiat memantau PMK yang belakangan merebak di wilayah Jatim.

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Polisi Wonogiri, memberikan respon cepat dalam menyikapi kemunculan Penyakit Mulut Kuku (PMK) pada ternak sapi. Ini dilakukan, sebagai antisipasi agar PMK yang merebak di wilayah Jatim, tidak meluas ke Wonogiri.

Sebagaimana diketahui, Kabupaten Wonogiri berada pada wilayah yang berbatasan dengan Jatim. Berkaitan ini, sejumlah personel polisi Wonogiri diterjunkan untuk memantau keberadaan ternak sapi.

Kapolres Wonogiri AKBP Dydit Dwi Susanto melalui Kasi Humas AKP Anom Prabowo dan Kasubsi Penmas Humas Polres Aiptu Iwan Sumarsono, semalam, menyatakan, pemantauan dilakukan ke Rumah Pemotongan Hewan (RPH) milik swasta di Desa Ngadirojo Kidul, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri.

Kapolsek Ngadirojo AKP Wiyono beserta 2 anggota, Rabu (11/5), melaksanakan pengecekan ke RPH Swasta yang memiliki stok sapi berjumlah 60 ekor. Jenisnya Simental dan Limousin, umurnya bervariasi dari 2,5 sampai 4 tahun.

Kepada petugas, pemilik memberikan penegasan, semua sapinya dalam keadaan sehat dan tidak ada yang terjangkiti PMK. Secara rutin, ternak sapinya mendapatkan pengecekan kesehatan oleh Dokter Hewan (drh) Heri Sularto.

Pemantauan sama, juga dilakukan oleh Kanit Binmas Polsek Jatipurno Aiptu Mustafa Sri Agung bersama Bhabinkamtibmas Desa Mangunharjo Bripka Ahmad Mursito. Keduanya melaksanakan pendataan dan monitoring ke peternakan sapi.

Diantaranya ke rumah peternakan milik Suprapto yang berada di Desa Mangunharjo Kecamatan Jatipurno, Wonogiri. Dari enam ekor sapi yang berada di kandang, semuanya dalam kondisi sehat. Tidak ada yang terindikasikan tertular penyakit PMK.

Bambang Pur