blank
BINGKISAN - Ketua LSM Landep Dedy Rochman HS memberikan bingkisan kepada anak yatim dan duafa. (foto: dok/ist)

TEGAL (SUARABARU.ID) – Pada Ramadan kali ini, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lembaga Analisis Data dan Kajian Data Landep memberikan santunan kepada 55 anak yatim dan duafa. Pemberian santunan diberikan di Masjid Baitullah Perumahan Asri Kaligangsa, Kecamatan Margadana, Kota Tegal Minggu (17/4/2022).

Usai memberikan santunan dilanjutkan dengan buka puasa bersama dengan anak yatim, kaum duafa dan warga sekitar. “Pemberian santunan, doa bersama hingga buka puasa merupakan bentuk rasa syukur menyambut ramadan di Tahun 2022 ini,” kata Ketua Panitia Teguh Aji Wiguna di sela kegiatan.

Pemberian santunan menurut Teguh juga sebagai bentuk ikhtiar mencari keberkahan pada bulan Ramadhan. “Kita berharap situasi kembali normal setelah dua tahun dilanda pandemi Covid-19 sehingga dunia usaha dapat kembali bangkit,” ujar Teguh.

Ketua LSM Landep Dedy Rochman HS berharap semangat berbagi kepada sesama pada bulan Ramadhan akan terus dilakukan agar dapat membantu warga kurang mampu terutama di bulan Ramadan. “Alhamdulillah kegiatan rutin ini kembali bisa dilaksanakan, berkat kerjasama semua pihak dan donatur yang ikhlas mendonasikan bantuannya sehingga acara ini bisa berjalan dengan baik,” ungkap Dedy Rochman.

Melengkapi pemberian santunan anak yatim dan duafa tausyiah Ramadan disampaikan oleh ustadz Devid Defri. “Pahala anak yatim dan kaum duafa bulan Ramadan pahalanya akan dilipat gandakan hingga 10 kali lipat. Dan mengingatkan kita semua bahwa orang yang bersedekah maka ia seperti air yang memadamkan api. Dosa-dosa kita dihapuskan dengan pahala kebaikan yang berlimpah dari amalan sedekah,” tutur Ustadz Devid.

Dengan sedekah menurut Ustadz Devi, Allah SWT akan menghapus dosa-dosa hamba-Nya. Oleh sebab itu, jangan pernah ragu untuk bersedekah. “Kita juga tidak pernah tahu, berapa besar dosa-dosa yang kita miliki. Untuk itulah, sedekah bisa menjadi salah satu amalan yang harus konsisten kita lakukan,” tutup Ustadz Devi.

Nino Moebi