blank
Suasana kopdar keybardist di gedung Candi Rasa, kmpleks Candi Joglo Krangganharjo, Grobogan. Foto: Ist

Harus Ngamen

Musim pandemi benar-benar menjadikan para musikus di Grobgan terpuruk. Yoyok mengungkapkan, biasanya mereka tampil di atas panggung, namun selama pandemi, mereka mau tidak mau berani untuk mengamen ke sana kemari.

“Ada juga keyboardist kami yang juga melakukan kegiatan untuk mengamen dan membuka kursus privat dan juga manggung di beberapa kafe dan rumah makan demi menyambung hidup,” ungkap Yoyok.

Kegiatan ini terwadahi dengan baik oleh para keyboardist dari berbagai genre musik, mulai dari solo maupun grup campursari.

“Dengan diadakannya acara ini kami para seniman khususunya keyboardist berharap besar kepada pemerintah pusat dan daerah untuk memperhatikan nasib mereka yang berkarya lewat seni,” kata Yoyok.

Selain mengemban lewat seni, Yoyok menjelaskan para keyboardist ini juga akan terus melakukan pelestarian budaya di tengah masyarakat.

“Dan dengan adanya pandemi ini, kami berharap aturan tidak tarik ulur untuk pandemi agar kami bisa melanjutkan hidup dan berkreasi sesuai dengan hobi dan bakat seni,” tambah Yoyok.

Kegiatan yang berlangsung di  Candi Joglo dengan yang didirikan Muhadi, orang muda yang peduli pada kebudayaan ini, benar-benar menjadi oase bagi para pemusik di Grobogan.  Bagai musaif di padang gurun, mereka menumpahkan rasa hausnya untuk manggung, di oase Bernama Candi Joglo ini.

Tya Widya