blank
Para keyboardist tampil dalam acara kopi darat III di Candi Joglo, Krangganharjo, Grobgan. Mereka menemukan oase di sini. Foto: Ist

GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Pandemi nyaris menghentikan segalanya. Segala kegiatan tidak bisa dilakukan, terlebih yang berhubungan dengan aktivitas panggung.

Ya, para seniman sudah demikian rindu tampil di panggung. Itu pulalah yang dirasakan oleh para pemusik di Kabupaten Grobogan. Musim pandemi menjadikan mereka benar-benar kehilangan pekerjaan.

Dulu, sebelum pandemi covid-19 terjadi, para seniman musik ini masih dapat tampil di atas panggung, seperti even pernikahan, khitanan, maupun even kesenian lainnya.

Tak hanya para musisi saja, masyarakat juga haus akan hiburan musik. Bahkan, instrumen musik yang dimainkan dengan alat musik keyboard ini bisa menjadi salah satu yang paling dikangeni oleh masyarakat.

Itulah yang menjadi dasar Komunitas Keyboard Organ (KKO) menggelar kopi darat dalam rangka ulang tahun ketiga, Rabu 2 Maret 2022.

Kegiatan ini digelar di Candi Rasa, kompleks Candi Joglo, yang berada di Desa Krangganharjo, Kecamatan Grobogan.

“Masa pandemi ini membuat kami sempat terpuruk, dengan adanya Kopdar ini, menjadikan agenda silaturahmi dan semangat berkesenian kembali,” ungkap Yoyok, ketua penyelenggara kegiatan.

Yoyok mengungkapkan di Kabupaten Grobogan tercatat 200 keyboardist, baik yang pemula maupun pelaku seni yang lama menampilkan eksistensinya di Kabupaten Grobogan.

Pemilihan tempat dalam Kopdar III ini dilakukan di  Candi Joglo. Yoyok mengungkapkan, Candi Joglo merupakan tempat yang cocok untuk melakukan ekspesi dan menuangkan segala rasa khusus di tengah pandemi melanda.

“Gedung Sasana Candi Rasa ini punya konsep semi outdoor, maka kami rasa ini cocok. Apalagi juga memenuhi standar berupa penerapan protokol kesehatan dan mampu menampung sekitar 300 seniman di gedung tersebut,” ungkap Yoyok, yang didampingi sekretarisnya, Aris.

Di tengah pandemi, Aris mengungkapkan, sebagai para seniman memang sangat prihatin melewati kondisi ini.