GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Kemeriahan luar biasa mewarnai pembukaan acara Pekan Alkitab LAI yang sukses menyedot perhatian ratusan jemaat Kristiani di Kota Purwodadi.
Alunan musik yang rancak dari Marching Band SD Kristen Purwodadi mengiringi langkah para jemaat Kristiani yang ikut jalan sehat.
Langkah kaki ratusan peserta itu menandai dimulainya serangkaian kegiatan rohani yang dinamis pada Kamis (28/5/2026).
BACA JUGA : Semangat Berkurban Meningkat, Unissula Potong 33 Sapi dan 25 Kambing
Sebelum jalan sehat, ratusan jemaat yang berasal dari 16 gereja lintas denominasi di Kabupaten Grobogan terlebih dahulu memanjatkan doa bersama.
Mereka khusyuk mengikuti ibadah syukur yang berlangsung di Gereja Katolik Hati Yesus Mahakudus, yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman, Purwodadi.
Begitu ibadah usai, ratusan jemaat ini langsung bergerak menyusuri rute jalan sehat yang telah panitia siapkan dengan penuh antusiasme.
Peserta berjalan tertib melintasi rute Jalan Jenderal Sudirman, berbelok ke Jalan Bhayangkara, lalu berlanjut menuju Jalan Gatot Subroto.
Perjalanan sehat ini kemudian melewati Jalan S. Parman dan Jalan P. Tendean, hingga akhirnya mereka menyentuh garis finis di Pastori GKJ Purwodadi yang berada di Jalan Kartini.
Melebur Tanpa Sekat
Pancaran kegembiraan menghiasi wajah umat Kristiani yang melebur tanpa sekat dalam kegiatan berenergi positif ini.
Perbedaan latar belakang gereja tidak menjadi penghalang, sebab suasana oikumene yang erat justru sangat terasa mengikat kebersamaan mereka sepanjang jalan.
Setibanya di lokasi finis, panitia langsung mengarahkan perhatian peserta pada peresmian ruang Pameran Benda Museum dan produk LAI di Pastori Kartini.

Romo Emmanuel Nuwa memimpin langsung doa syukur peresmian tersebut dengan didampingi oleh sejumlah perwakilan pendeta se-Kabupaten Grobogan yang hadir.
Langkah kaki para pengunjung yang memasuki ruang pastori langsung disambut oleh pemandangan deretan Alkitab dari berbagai jenis dan era, lengkap dengan catatan sejarahnya.
BACA JUGA : Penyembelihan Hewan Kurban Dilakukan dalam 5 Zona
Pameran ini menyajikan edukasi menarik mengenai evolusi penulisan Kitab Suci dari masa ke masa sebelum berbentuk buku modern seperti sekarang.
Pengunjung bisa mengetahui bahwa dahulu kala Alkitab buatan manusia memanfaatkan media yang berbeda dengan saat ini.
Media tersebut berupa tablet tanah liat, lembaran papirus dari tanaman air, hingga perkamen dari kulit sapi yang disamak menggunakan tinta pena bulu.
Ruangan pameran juga memamerkan replika benda-benda kuno yang erat kaitannya dengan kisah para nabi di dalam Alkitab.
BACA JUGA : Dua Pedayung Asal Pemalang Akhirnya Ditemukan Meninggal Dunia
Salah satu replika yang memikat perhatian adalah miniatur koin Alexander Janeius, yang menggambarkan kisah persembahan seorang janda miskin.
Bergeser ke sudut ruangan lain, panitia memajang berbagai benda ikonik yang biasanya hanya didengar oleh anak-anak sekolah minggu melalui cerita guru mereka.
Benda tersebut adalah sangkakala, instrumen tiup kuno yang namanya sangat sering tertulis di dalam teks-teks Alkitab.
Suasana pameran semakin hidup saat petugas dari LAI mencoba membunyikan sangkakala tersebut hingga gema suaranya terdengar lantang ke seluruh penjuru ruangan.
Bunyi nyaring itu seketika memantik rasa penasaran para peserta jalan sehat yang berada di luar untuk berbondong-bondong masuk ke ruang pameran.
BACA JUGA : Salat Id di Huntara Tegal, Ahmad Luthfi Serahkan Sapi ke Warga Terdampak Tanah Gerak
Para jemaat menunjukkan ketertarikan yang tinggi untuk mengeksplorasi setiap sudut stan pameran yang digagas oleh Lembaga Alkitab Indonesia ini.
Selain mengagumi koleksi sejarah dan benda museum, pengunjung juga memanfaatkan momen ini untuk mengenal Alkitab Terjemahan Baru 2.
Jemaat juga berkesempatan membeli Alkitab Terjemahan Baru 2 (TB 2) yang resmi terbit pada tahun 2023 lalu pada event tersebut.
Bersyukur
Ketua Panitia Pekan Alkitab LAI, Pdt Tyas Budi Legowo menjelaskan kegiatan ini dilaksanakan mulai 28-30 Mei 2026.
“Khusus tanggal 31 Mei 2026 nanti, LAI mengadakan kunjungan ke sekitar 10 gereja, membawa produk LAI untuk dipamerkan atau dijual di gereja-gereja yang dikunjungi. Barangkali ada yang tidak bisa datang ke pameran di sini, LAI datang ke gereja-gereja,” jelasnya.
Pendeta Tyas menjelaskan, kegiatan ini baru kali pertama digelar di Kabupaten Grobogan. Meski demikian, pihaknya menegaskan event ini patut disyukuri.
Ia menjelaskan, kegiatan yang digelar Lembaga Alkitab Indonesia ini selama beberapa tahun terakhir, hanya merambah ke kota-kota besar.
“Bersyukur kegiatan ini bisa berjalan dengan baik, butuh kerja sama antargereja, antarlembaga Kristen. Jadi ini menjadi kesempatan juga meningkatkan oikumene, kebersamaan gereja-gereja dan lembaga Kristen,” tambahnya.
BACA JUGA : BNNP Jateng dan Kwarda Pramuka Teken PKS Pembentukan Saka Anti-Narkoba
Dengan adanya program LAI ini, terutama memperkenalkan Alkitab Terjemahan Baru 2, Pdt Tyas berharap umat Kristiani di Kabupaten Grobogan ini.
PIhaknya berharap pengenalan itu bisa diterima oleh generasi sekarang agar dapat memahami apa yang disampaikan di dalam Alkitab sebagai bentuk meningkatkan keimanan dan penyegaran rohani.
“Melalui momentum Pekan Alkitab LAI ini, seluruh jemaat Kristiani di Grobogan diharapkan dapat memetik esensi iman yang mendalam dari setiap lembar sejarah yang tersaji di ruang pameran,” pungkas Pdt Tyas Budi Legowo.
TYA WIDYA













