GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Bupati Grobogan, Setyo Hadi, menyampaikan sejumlah usulan krusial dalam Rembuk Pembangunan Jawa Tengah 2026 lingkup Kedungsapur.
Dalam kegiatan tersebut dihadiri 6 Kepala Daerah ex Karesidenan Semarang yang digelar di Pendopo Kabupaten Grobogan, Jumat (29/5/2026).
Keenam kepala daerah yakni dari Kendal, Demak, Kabupaten Semarang, Kota Semarang, Salatiga, dan Grobogan.
Dalam kesempatan itu, Bupati Grobogan Setyo Hadi mengungkapkan dua isu utama yang menjadi sorotan penting adalah penanganan banjir bandang dan perbaikan infrastruktur jalan provinsi yang kian memprihatinkan.
BACA JUGA : USM Salurkan Daging Kurban 4 Sapi dan 17 Kambing Kepada Masyarakat
Dalam penyampaiannya, Setyo Hadi menegaskan bahwa Kabupaten Grobogan memegang peran strategis sebagai salah satu lumbung pangan utama di Jawa Tengah.
Namun, potensi besar ini terus dibayangi oleh ancaman banjir tahunan yang sulit diatasi secara mandiri.
Fiskal Daerah Terbatas, Butuh Intervensi Provinsi Terkait Banjir
Bupati Grobogan mengakui bahwa kemampuan anggaran (fiskal) daerah tidak akan mampu jika harus menanggung seluruh biaya penanganan banjir sendirian.
Oleh karena itu, ia meminta komitmen dan bantuan langsung dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng.
“Intinya di Grobogan itu yang krusial ini masalah banjir. Nah, banjir ini kan susah, karena fiskal kita sendiri kalau untuk penanganan banjir jelas tidak mampu. Untuk itu, kita sama-samalah untuk dibantu masalah banjir di Grobogan ini,” ujar Setyo Hadi.
Ia juga sempat berseloroh dengan nada gurauan bersama kepala daerah lain mengenai beratnya tekanan publik dalam menghadapi bencana ini.
“Sekarang banjir kita ini dikritik sana-sini, mentalnya harus kuatlah. Menghadapi ini memang agak berat karena memerlukan dana yang besar,” tambahnya.
Infrastruktur Jalan Rusak Berat Akibat Truk Tronton dan Efek Kawasan Industri
Selain banjir, Setyo Hadi menyoroti kondisi jalan milik provinsi yang melintasi wilayah Grobogan.
Jalur penghubung antara Semarang hingga Blora dilaporkan mengalami kerusakan yang cukup parah, terutama akibat tingginya volume kendaraan berat atau truk tronton yang melintas setiap malam.
Secara spesifik, Bupati Grobogan menjabarkan titik-titik kerusakan terparah, yakni Jalur Gubug – Blora, Jalur Gubug – Kedungjati dan Jalur Gubug – Semarang.
Jalur yang Rusak
Setyo Hadi memperingatkan bahwa beban jalan ini akan semakin kritis seiring dengan berkembangnya kawasan industri di wilayah Tegowanu dan Tanggungharjo.
“Apalagi kalau nanti ada kawasan industri sedikit di Tegowanu, itu kalau berdiri semuanya, saya yakin jalan ini tidak akan mampu mengatasi lalu lintas yang ada dari Tegowanu sampai Semarang. Mohon nanti diusulkan berapa yang akan dilaksanakan oleh provinsi,” tegasnya.
Melalui Musrenbang ini, Pemkab Grobogan berharap Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dapat memprioritaskan alokasi anggaran pembangunan di wilayahnya.
Bupati Setyo Hadi menjelaskan, terkait harapan tersebut mengingat Grobogan tidak hanya menjadi lintasan ekonomi utama, tetapi juga penyangga ketahanan pangan regional.
TYA WIDYA













