SEMARANG (SUARABARU.ID)– Sejumlah mahasiswa dari Program Studi Ilmu Komunikasi, FTIK Universitas Semarang (USM), menggelar kegiatan kampanye komunikasi gender.
Dalam kegiatan yang bertajuk ‘Aksi Setara: Untuk Siswa yang Lebih Peka dan Sekolah yang Lebih Terbuka’ itu, dilakukan di Ruang Praktik Teknik Otomasi Industri SMKN 1 Semarang, Jumat (29/5/2026).
Kampanye komunikasi ini menjadi ruang edukasi bagi siswa, untuk memahami pentingnya kesetaraan gender, menghargai keberagaman, serta membangun lingkungan sekolah yang inklusif dan bebas dari diskriminasi.
BACA JUGA: USM Salurkan Daging Kurban 4 Sapi dan 17 Kambing Kepada Masyarakat
Kegiatan yang diikuti siswa-siswi SMKN 1 Semarang ini, menghadirkan dua narasumber, Ferisa Aulia sebagai narasumber internal, dan Reza Maulana sebagai narasumber eksternal.
Melalui pemaparan materi dan sesi diskusi interaktif, peserta diajak untuk memahami konsep gender secara komprehensif, serta pentingnya menciptakan relasi yang setara dalam kehidupan sehari-hari.
Pada kesempatan yang sama, guru pendamping siswa-siswi SMKN 1 Semarang, Maya Amalina menyampaikan apresiasi, atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai relevan dengan kehidupan remaja saat ini.
BACA JUGA: Mahasiswa Teknik Sipil USM Juara I Lomba Jembatan Balsa di Petra Civil Expo 2026
”Kami menyambut baik kegiatan ini, karena memberikan wawasan yang sangat penting bagi para siswa-siswi SMKN 1 Semarang,” ungkapnya.
Menurut dia, kesadaran mengenai kesetaraan gender perlu ditanamkan sejak dini, agar siswa mampu menghargai perbedaan, menjunjung sikap saling menghormati, dan menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman bagi semua.
”Selain itu, bisa mengubah cara pandang, bahwa tidak ada yang bisa membatasi mimpi kalian,” pesan Maya.
BACA JUGA: Dosen USM Ikuti Pelatihan Learning Management System Berbasis Artificial Intelligence

Sementara itu, dosen pengampu Mata Kuliah Komunikasi Gender Program Studi Ilmu Komunikasi USM, Dr Yuliyanto Budi Setiawan SSos MSi menegaskan, komunikasi memiliki peran penting dalam membentuk cara pandang masyarakat, terhadap isu gender.
”Kesetaraan gender bukan hanya tentang laki-laki dan perempuan, tetapi tentang bagaimana setiap individu memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang tanpa dibatasi stereotip. Melalui komunikasi yang tepat, kita dapat membangun pemahaman yang lebih inklusif, dan mendorong perubahan sosial yang positif,” jelasnya.
Dalam keterangannya, ketua pelaksana kegiatan, Noverein Hidastara menambahkan, kegiatan ini hadir sebagai bentuk kepedulian mahasiswa, terhadap pentingnya pendidikan gender bagi generasi muda.
BACA JUGA: Mahasiswa Ilkom USM Gelar Kampanye ‘Healthy Relationship’ di SD Negeri Peterongan 01 Semarang
”Kami berharap, kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana penyampaian informasi. Tetapi juga mampu menumbuhkan kesadaran kritis siswa, terhadap berbagai bentuk ketidaksetaraan yang masih terjadi di sekitar mereka,” tuturnya.
Dalam sesi materi, Ferisa Aulia, yang juga seorang mahasiswi Ilkom USM menjelaskan mengenai pengertian gender, perbedaan antara gender dan jenis kelamin, serta berbagai bentuk stereotip yang masih berkembang di masyarakat.
Materi itu kemudian diperkaya Reza Maulana, seorang guru di Sekolah Shadow Teacher SD Inklusi Cita Bangsa. Dia membahas penerapan nilai-nilai kesetaraan gender dalam kehidupan sehari-hari, serta peran generasi muda dalam menciptakan ruang sosial yang lebih inklusif.
Riyan













