blank
Bupati Jepara Witiarso Utomo saat meninjau budidaya rumput laut di Karimunjawa. Foto: Diskominfo.

JEPARA (SUARABARU.ID) – Pemerintah Kabupaten Jepara mulai mengembangkan kawasan budidaya rumput laut di Karimunjawa setelah memperoleh bantuan tahap pertama dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Program senilai sekitar Rp9 miliar itu ditargetkan memperluas kawasan budidaya hingga lebih dari 200 hektare disampaikan oleh Bupati Jepara Witiarso Utomo  saat ditemui pada Senin (6/7/2026).

Ia mengatakan bantuan tahap pertama mencakup pengembangan kawasan budidaya seluas 47 hektare yang berada di kawasan konservasi Balai Taman Nasional Karimunjawa (BTNK). Pekerjaan dijadwalkan dimulai dalam dua pekan ke depan dan diperkirakan selesai dalam waktu satu bulan.

blank
Sebagian petani budidaya rumput laut. Foto: Diskominfo.

“Alhamdulillah kita mendapatkan bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan tahap pertama ini 47 hektare. Masuk wilayah konservasi BTN. Kemungkinan dua minggu ini dikerjakan dan sebulan selesai. Itu berupa lahan produksi rumput laut kurang lebih ada 45 hektare, kemudian sisanya kebun bibit,” terangnya.

Selain membuka lahan produksi, pemerintah juga membangun kebun bibit untuk menyediakan benih berkualitas bagi para pembudidaya. KKP akan memberikan pendampingan agar hasil budidaya masyarakat semakin meningkat.

Pemerintah pusat juga menyalurkan dukungan berupa lima unit perahu panen dan perahu khusus untuk perawatan kawasan budidaya.

Witiarso menerangkan, bantuan tersebut merupakan tahap awal. Pada tahap kedua, pemerintah pusat telah menyiapkan pengembangan kawasan budidaya seluas hampir 190 hektare.

“Yang tahap kedua kurang lebih hampir 190 hektare. Anggarannya sudah siap. Tinggal menunggu tanda tangan sama Balai Taman Nasional. Nanti dikasih fasilitas benih, kemudian alat menanam, kemudian alat untuk panen. Mudah-mudahan tahun ini selesai,” ujarnya.

Menurutnya, jika seluruh tahapan terealisasi, luas kawasan budidaya rumput laut di Karimunjawa akan mencapai lebih dari 200 hektare. Program tersebut diperkirakan memberikan manfaat kepada sekitar 10 hingga 11 kelompok pembudidaya rumput laut yang berada di Karimunjawa.

“Efeknya sangat bagus. Kelompoknya kurang lebih ada 10 sampai 11 kelompok yang mendapatkan bantuan rumput laut. Semua di Karimunjawa,” katanya.

Meski optimistis, Witiarso menyebut pengembangan kawasan budidaya tetap harus menyesuaikan aturan karena berada di wilayah konservasi Balai Taman Nasional Karimunjawa.

Ia menambahkan, pemerintah masih mengusulkan tambahan fasilitas penjemuran rumput laut agar kualitas hasil panen semakin baik.

Saat ini, Desa Kemujan menjadi kawasan dengan potensi budidaya rumput laut terbesar di Karimunjawa. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Jepara juga kembali mengusulkan bantuan pengembangan budidaya rumput laut di Desa Bondo setelah proses verifikasi sebelumnya belum dapat diselesaikan tepat waktu.

Budidaya rumput laut sendiri telah menjadi mata pencaharian masyarakat Karimunjawa sejak sekitar 1990. Pemerintah berharap dukungan dari KKP dapat meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat pesisir melalui sektor perikanan budidaya.

Septiana W – Diskominfo