JEPARA (SUARABARU.ID)– Pemerintah mulai membuka rekrutmen peserta didik Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Kabupaten Jepara pada Juli 2026.
Sekolah yang menjadi program pemerintah pusat itu akan menerima siswa berprestasi dari Jepara, Pati, Kudus, hingga Demak sebelum kegiatan belajar dimulai pada Agustus mendatang.
Bupati Jepara Witiarso Utomo mengatakan Kabupaten Jepara menjadi salah satu dari tiga daerah di Jawa Tengah yang ditunjuk sebagai lokasi penyelenggaraan SNT. Secara nasional, pemerintah hanya membangun 25 Sekolah Nasional Terintegrasi.
“Alhamdulillah, tahun ini pada bulan Juli Jepara mendapatkan Sekolah Nasional Terintegrasi dari pemerintah pusat. Ini untuk anak-anak yang berprestasi,” kata Witiarso.
Pada tahap awal, SNT Jepara membuka dua rombongan belajar (rombel) jenjang SMP dan dua rombel jenjang SMA. Masing-masing rombel akan diisi 20 siswa yang lolos seleksi.
Witiarso menjelaskan, proses seleksi sepenuhnya dilakukan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Sekolah tersebut membuka kesempatan bagi siswa yang memiliki prestasi akademik maupun nonakademik tanpa membedakan latar belakang ekonomi.
“Yang penting berprestasi. Baik prestasi akademik maupun nonakademik. Rekrutmennya dari Kemendikdasmen,” ujarnya.
Sambil menunggu pembangunan gedung permanen, kegiatan belajar mengajar akan dilaksanakan di Balai Latihan Kerja (BLK) Pecangaan. Pemerintah menjadwalkan pembangunan kampus SNT pada Oktober 2026 di lahan seluas 10 hektare yang berada berdampingan dengan Sekolah Rakyat.
Witiarso menambahkan, siswa yang saat ini telah bersekolah tetap dapat mengikuti seleksi. SNT juga tidak menerapkan sistem asrama sehingga peserta didik akan mengikuti pembelajaran secara pulang-pergi tanpa dipungut biaya.
Meski menggunakan kurikulum nasional, SNT akan menerapkan konsep pembelajaran yang berbeda dari sekolah reguler untuk mendukung pengembangan potensi siswa berprestasi.
Keberadaan SNT di Jepara juga akan melayani siswa dari daerah sekitar karena hingga saat ini Pati, Kudus, dan Demak belum memiliki sekolah serupa.
“Di Jawa Tengah hanya ada tiga SNT, yaitu Jepara, Cilacap, dan Purbalingga. Secara nasional jumlahnya hanya 25 sekolah,” pungkasnya.
Hadepe – Prokopimda













