blank
Sebagian sapi yang masih tidak dijual untuk kebutuhan tahun mendatang di Kandang Amanah. Foto: Tya Widya/dpk Yakum.

GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Menjelang Iduladha 2026, penjualan sapi kurban di Grobogan mengalami peningkatan signifikan.

Peternakan Kandang Amanah menjadi salah satu tujuan utama masyarakat yang berburu sapi kurban karena menawarkan ternak berkualitas dengan harga terjangkau menjelang Iduladha.

Dua hari menjelang Iduladha, sapi kurban di Kandang Amanah Grobogan ludes diserbu pembeli.

BACA JUGA : Kanwil Kemenkum Jateng Dorong Budaya Sadar Hukum Melalui Diseminasi 

Sebanyak 45 ekor sapi berhasil terjual kepada masyarakat dari berbagai daerah, mulai dari pembeli lokal Grobogan hingga luar kota seperti Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

Lonjakan pembelian mulai terlihat sejak Senin, 18 Mei 2026. Warga mulai berdatangan untuk memilih hewan kurban yang dinilai sehat dan memiliki kualitas daging yang baik untuk kebutuhan Iduladha tahun ini.

Pemilik Kandang Amanah, Yakum, mengatakan penjualan sapi kurban tahun ini masih sesuai target meski kondisi pasar mengalami sedikit penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Yakum menjelaskan, peternakannya saat ini memiliki total 59 ekor sapi. Namun, hanya 45 ekor yang memang disiapkan untuk kebutuhan penjualan menjelang Iduladha esok.

Sebanyak 14 ekor sapi lainnya sengaja tidak dijual karena dipersiapkan menjadi bibit unggulan serta bakalan sapi jumbo untuk pengembangan usaha peternakan pada tahun mendatang.

Menurut Yakum, sapi yang dijual memiliki bobot bervariasi, mulai dari 320 kilogram hingga mencapai 860 kilogram sesuai kebutuhan dan kemampuan pembeli.

Jenis sapi yang tersedia di Kandang Amanah meliputi sapi pegon, limosin, simental, hingga brangus. Seluruh jenis tersebut dikenal memiliki ukuran tubuh besar dan kualitas daging yang baik.

BACA JUGA : Magister Kenotariatan Unissula Pengabdian Masyarakat di Magelang

Yakum menyebut sapi simental dan brangus menjadi jenis yang paling banyak diminati masyarakat karena posturnya besar dan cocok untuk kebutuhan kurban Iduladha.

Meski permintaan cukup tinggi, Yakum memastikan harga sapi kurban di peternakannya masih relatif terjangkau dengan kualitas perawatan yang dilakukan selama masa pemeliharaan.

Harga sapi termurah di Kandang Amanah dibanderol sekitar Rp20 juta. Sapi jenis boboran itu dibeli warga lokal Grobogan dalam transaksi terakhir pada Senin, 25 Mei 2026.

Sementara itu, harga sapi kurban tertinggi pada musim Iduladha tahun ini mencapai Rp68 juta untuk sapi berukuran besar dengan kondisi fisik unggulan.

Yakum mengaku bersyukur karena target penjualan tahun ini tetap tercapai meski tren permintaan hewan kurban mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.

“Tahun lalu lebih dari 50 ekor terjual, sekarang cukup 45 ekor saja sudah sesuai target karena sebagian memang kami siapkan untuk bibitan,” ujar Yakum.

Mayoritas pembeli memilih Kandang Amanah karena kualitas perawatan ternak yang dinilai baik.

Sebagian besar pembeli bahkan merupakan pelanggan tetap yang setiap tahun membeli sapi di tempat tersebut.

Selain faktor kesehatan ternak, harga yang masih tergolong terjangkau juga menjadi alasan utama masyarakat membeli sapi kurban di peternakan milik Yakum.

Salah seorang pembeli, Andi, mengaku sengaja datang ke Kandang Amanah karena merasa puas dengan kondisi sapi yang dipelihara secara teliti.

Warga Kecamatan Ngaringan itu membeli sapi dengan bobot kurang dari 400 kilogram untuk kebutuhan ibadah kurban bersama keluarganya pada Iduladha tahun ini.

“Alhamdulillah tahun ini kami bisa berkurban sapi di Kandang Amanah. Perawatannya bagus dan harganya menurut kami masih cukup terjangkau,” kata Dedi, salah satu pembeli.

BACA JUGA : Daop 4 Semarang Catat Peningkatan Penumpang Jelang Idul Adha, H-1 Capai 48.917

Kondisi kandang yang bersih dan pemeliharaan rutin menjadi faktor lain yang membuat pembeli merasa yakin memilih sapi kurban dari peternakan tersebut.

Tidak hanya pembeli lokal, sejumlah pelanggan dari luar daerah juga datang langsung untuk memilih sapi sesuai kebutuhan dan kemampuan anggaran masing-masing.

Beberapa pembeli dari luar kota bahkan datang lebih awal agar bisa mendapatkan sapi berukuran besar sebelum stok habis terjual menjelang Iduladha.

Yakum mengungkapkan penjualan mulai ramai sejak akhir pekan. Menurutnya, masyarakat biasanya membeli hewan kurban mendekati hari pelaksanaan Iduladha.

Ia juga melihat tren pembelian tahun ini sedikit berbeda karena masyarakat lebih selektif memilih ukuran dan jenis sapi sesuai anggaran yang dimiliki.

Meski permintaan pasar menurun, kondisi tersebut tidak terlalu memengaruhi penjualan karena jumlah sapi yang dipasarkan Kandang Amanah Grobogan memang telah disesuaikan sejak awal untuk kebutuhan Iduladha tahun ini.

Ke depan, Kandang Amanah Grobogan berencana menambah koleksi hewan ternak agar pilihan masyarakat menjelang Iduladha tidak hanya terbatas pada sapi kurban.

Tingginya penjualan sapi dan kepercayaan pembeli menjadi modal penting bagi pengembangan usaha peternakan tersebut di Grobogan.

TYA WIDYA