blank
Petugas BPBD Wonosobo berusaha memadamkan api yang tengah membara. Foto: dok BPBD

WONOSOBO (SUARABARU.ID)– Ribuan ayam ternak mati terpanggang, akibat kebakaran kandang yang terjadi di Dusun Pungangan Gunung, Desa Pungangan, Kecamatan Mojotengah, Wonosobo, Senin (7/2/2022) dini hari tadi.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonosobo, Bambang Trie mengatakan, kebakaran diduga disebabkan api mesin pemanas ruangan yang merembet.

”Peristiwa itu pertama kali diketahui sekitar pukul 00.00 WIB. Kandang ayam yang berukuran 40×8 meter itu milik Yusman warga setempat,” kata Bambang, saat dikonfirmasi Senin (7/2/2022).

BACA JUGA: Saka Kencana Harus Pahami Isu Stunting dan Perlindungan Anak

Dijelaskan lebih lanjut, peristiwa kebakaran berawal pada saat sang pemilik pulang dari kandang ayam. Yusman pulang untuk istrirahat, dan memastikan kondisi kandang ayam sudah dalam keadaan aman.

Selang beberapa waktu, tiba-tiba beberapa warga setempat melihat ada cahaya terang yang berasal dari arah kandang ayam milik korban. Api terlihat terus membara di atas kandang ayam.

”Karena penasaran, sejumlah warga kemudian mendekat ke lokasi cahaya. Saat didekati, ternyata api sudah membesar dan membakar separuh kandang ayam,” lanjut dia.

BACA JUGA: Kolaborasi Fireboy DML dan Ed Sheeran Untuk Single Remix “Peru”

Sebagian warga kemudian meminta pertolongan, dan memberitahukan peristiwa itu pada korban dan melaporkannya ke BPBD Wonosobo.

Mendapat laporan itu, pihak BPBD langsung menerjunkan sejumlah personel bersama dua unit mobil pemadam kebakaran serta satu unit mobil water supply. Atas gerak cepat itu, api dalam waktu singkat berhasil dipadamkan.

”Bersama warga sekitar dan relawan, petugas BPBD Wonosobo berusaha memadamkan api. Setelah 30 menit, api berhasil dipadamkan. Namun ribuan ayam telah mati terpanggang api,” jelasnya.

Menurutnya, tidak ada korban jiwa akibat peristiwa itu. Namun kerugian korban ditaksir mencapai Rp 500 juta, akibat kandang ayam, peralatan operasional dan sekitar 4.500 ekor ayam mati terbakar.

Muharno Zarka-Riyan