blank
Ketua PBMTI Jateng, Widi Mulyanta (tengah), saat memimpin raker di Amerta Giri, Wonosobo. Foto: dok/ist

WONOSOBO (SUARABARU.ID)– Perhimpunan Baitul Maal wat-Tamwil (PBMTI) Jawa Tengah menggelar, Rapat Kerja (Raker) di Amerta Giri, Wonosobo, Selasa (25/1/2022).

Ketua PBMTI Jateng, Widi Mulyanta menjelaskan, raker merupakan program kerja tahunan yang mempertemukan para pengurus dari PBMTI Jateng, untuk membahas hal-hal yang berkaitan dengan pelaksanaan program kerja.

Selain mengevaluasi realisasi program kerja tahun sebelumnya, raker juga membahas pemantapan rencana program kerja yang akan dilaksanakan PBMTI Jateng selama satu tahun kedepan.

BACA JUGA: Dybala Bukan Prioritas, Vlahovic Jadi Bidikan

”Rapat kerja ini diadakan dengan maksud untuk mengevaluasi kinerja dari setiap divisi organisasi. Pembahasan evaluasi ini bertujuan untuk mencari solusi penyelesaian, jika terjadi kebuntuan dari divisi, yang nantinya akan dibantu divisi lain. Ini juga untuk meningkatkan potensi ketercapaian manfaat, atas program yang akan dilaksanakan nanti,” kata Widi dalam keterangannya.

Menurutnya, Baitul Maal wat-Tamwil atau disingkat BMT, merupakan lembaga keuangan mikro, yang terdiri dari dua kegiatan sekaligus, yaitu Baitul Maal dan Baitul Tamwil. Kegiatan Baitul Maal dalam BMT adalah, lembaga keuangan yang kegiatannya mengelola dana bersifat nirlaba (sosial).

”Sumber dana diperoleh dari zakat, infaq dan sedekah, atau sumber lain yang halal. Dana itu kemudian disalurkan kepada mustahik atau yang berhak, untuk kebaikan. Sedangkan kegiatan Baitul Tamwil adalah, lembaga keuangan yang kegiatannya menghimpun dan menyalurkan dana dari masyarakat, dan bersifat profit oriented,” terang dia.

BACA JUGA: Perkuat Bagian Atas Tubuh

Widi menambahkan, hingga Desember 2021, keanggotaan PBMTI Korwil Jateng ada sebanyak 261 BMT. Keberadaan PBMTI Jateng, disamping berfungsi sebagai pendorong pengembangan usaha, juga berperan sebagai pemicu kreativitas dan inovasi, di kalangan pelaku usaha mikro dan BMT itu sendiri.

”Dalam peranannya, BMT selalu berprinsip kepada tiga sektor yang harus mendapat keutamaan. Pertama sektor finansial, kedua riil, dan yang ketiga religius. Kami berharap, melalui raker ini akan makin meneguhkan komitmen untuk menyatukan langkah dan kekuatan, guna mewujudkan visi BMT sebagai soko guru perekonomian Indonesia, yang bercirikan masyarakat produktif, sejahtera dan diberkahi Allah SWT,” tukasnya.

Riyan