Siswi SMK Maarif 2 Gombong, asyik mengikuti sosialisasi donor darah dari UDD PMI Kebumen.(Foto:SB/Ist)

GOMBONG (SUARABARU.ID) – Puluhan siswa SMK Maarif 2 Gombong (Madugo), Kebumen, Kamis (20/1) mengikuti sosialisasi donor darah dari Unit Donor Darah (UDD) PMI Kebumen.

Pihak UDD PMI Kebumen menargetkan bisa memperoleh 25.000 kantong darah dalam setahun.  Guna mencapai target tersebut, UDD PMI Kebumen menyosialisasikan donor darah ke berbagai sekolah dan komunitas masyarakat.

Pada kegiatan sosialisasi di SMK Madugo itu puluhan siswa menyambut dengan antusias. Acara berlangsung seru di Gedung Lantai II, dimulai pada Pukul 11.00 WIB.

Diisi paparan dari Petugas Pencari Pelestari Donor Darah Suka Rela (P2DDS) UDD PMI Kebumen Sony Priyanto Sasongko. Sony menjelaskan syarat-syarat bisa menyumbangkan darah, prosedur serta manfaat menjadi pendonor darah bagi kesehatan dan kemanusiaan.

Petugas P2DDS PMI Kebumen memberi sosialisasai manfaat donor darah kepada siswa SMK Maarif 2Gombong, Kamis 20/1.(Foto:SB/st)

Termasuk pemberian bingkisan bagi yang telah mendonorkan darah untuk kemanusiaan. Apalagi dengan rutin mendonorkan darah, sekaligus bisa sebagai cek kesehatan. Bahkan para penyumbang darah rutin ke PMI berarti menjadi pahlawan kemanusiaan.

Sony Priyanto Sasongko menerangkan pula, guna memenuhi target tahun 2022, PMI Kebumen berharap dapat meningkatkan jumlahproduksi kantong darah lebih banyak dari tahun sebelumnya.

Menurut dia, kebutuhan kantong darah dalam sehari mencapai 80 kantong. Melalui bidang P2DDS UDD PMI, sosialisasi tersebut  menjadi awal agar semakin banyak pendonor.

“Tahun ini harus lebih banyak lagi dari tahun sebelumnya, perluas sosialisasi agar mendapatkan lebih banyak pendonor sehingga krisis stok darah di UDD PMI tidak terjadi lagi,”terang Sony.

Sedangkan Pembina PMR Wira SMK Madugo Muhammad Kharis mengungkapkan, di sekolahnya sebenarnya telah rutin mengadakan donor darah bersama PMI. Namun setelah ada pandemi Covid-19, berhenti hampir dua tahun ini.

Muhammad Kharis menyatakan, guna mengaktifkan kembali kegiatan PMR Wira di era new normal, sekolah berharap dapat mengadakan giat rutin donor darah kembali setelah  melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) penuh.

Kami rutin mengadakan donor darah sebelum pandemi.  Sekarang keadaan new normal anak-anak sudah bisa mulai belajar tatap muka. Saya berharap kegiatan donor darah ini dapat dirutinkan kembali seperti semula,”terang Muhammad Kharis.

Komper Wardopo