blank
Ketua DPRD Kudus Masan SE MM (kanan) dan Sekretaris Komisi D DPRD Kudus H Muhtamat (kiri) menyaksikan alat fogging mini buatan Heru. Foto:Suarabaru.id

KUDUS (SUARABARU.ID) – Ketua DPRD Kabupaten Kudus, Masan SE MM memberikan apresiasi inovasi alat pengasapan mini (fogging mini) buatan Heru Rusiyanto, warga RT 4 RW 1 Desa Undaan Lor, Kecamatan Undaan.

Menurutnya, inovasi ini sangat membantu masyarakat warga mengingat angka penyebaran demam berdarah dengue (DBD) selalu meningkat di awal musim penghujan.

Selain itu, alat fogging yang biasa digunakan petugas juga mahal harganya.

“Alat fogging ukuran besar harganya mahal. Petugas penyemprotan dari dinas juga terbatas. Sehingga alat ini bisa menjadi solusi bagi masyarakat untuk membantu pemberantasan DBD,”kata Masan, Rabu (12/1).

Data dari Dinkes Kudus menyebutkan, kasus DBD selama 2021 sebanyak 175 kasus. Angka ini lebih tinggi dibandingkan jumlah kasus selama tahun sebelumnya yang tercatat hanya 40 kasus. Sedangkan kasus meninggal dunia tahun 2021 ada tiga kasus.

Seperti diberitakan, Heru Rusiyanto berhasil membuat alat pengasapan mini (fogging mini) yang lebih ringkas dan murah. Alat itu bahkan diminati hingga luar daerah. Heru mulai merintis membuat alat itu sejak 2019 saat masih bekerja sebagai sopir.

Anggaran terbatas yang dimilikinya tak menyurutkan niat Heru membuat alat sederhana yang bermanfaat bagi masyarakat mencegah DBD.

blank
Alat fogging mini buatan Heru tersebut bisa jadi solusi pemberantasan DBD yang saat ini mengganas di Kudus. Foto:Suarabaru.id

Harga yang Terjangkau

Alat fogging itu dijual Heru seharga Rp 250 ribu per unit. Harga ini jauh lebih murah ketimbang alat foging besar yang harganya dikisaran Rp 20 juta lebih per unit.

“Saya sudah mencoba alat mini fogging ini. Asap dan baunya sama persis dengan alat fogging yang besar. Hasilnya juga efektif untuk menekan jumlah nyamuk. Yang lebih menarik lagi alat ini kecil dan tidak berisik,” katanya.

Baca juga: Pria Asal Kudus ini Ciptakan Alat Fogging Mini Pemberantas DBD, Harganya Cuma Rp 250 Ribu

Setelah mengetes alat tersebut, Masan pun memborong sebanyak 20 unit alat fogging mini buatan Heru. Alat itu rencananya akan dibagikan ke warga untuk mempercepat fogging di kawasan permukiman.

“Saat ini tren penyebaran DBD di Kudus meningkat. Butuh kerja cepat untuk melakukan fogging. Kalau menunggu petugas tentu lama. Inovasi Heru ini akan kami coba manfaatkan untuk melayani masyarakat karena ini sudah urusan nyawa. Tidak bisa ditunggu-tunggu lagi,” katanya.

Senada, Sekretaris Komisi D DPRD Kudus H Muhtamat yang juga berkesempatan mencoba alat itu, juga menyatakan ketertarikannya atas alat buatan Heru.

Menurut dia, keberadaan alat fogging mini itu bisa mendorong masyarakat untuk mempercepat pemberantasan nyamuk DBD secara mandiri.

“Melihat inovasi ini, kami berharap alat ini segera didaftarkan hak paten untuk melindungi inovasi warga yang sudah dilakukan ini,” katanya.

Tm-Ab