blank
Peserta perempuan secara simbolis praktik lawan Bupati. Foto: Ist

BLORA (SUARABARU.ID) – Sebanyak 154 atlet olahraga Taekwondo di Kabupaten Blora, pada Minggu (19/12/2021), ikuti Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Grup (IX-III) Periode terakhir tahun 2021 digelar Pengurus Cabang (Pengcab) olahraga Taekwondo Indonesia (TI) Kabupaten Blora.

Ujian yang diselenggarakan di Gelanggang Olahraga (GOR) Mustika Blora tersebut diikuti atlet dari berbagai tingkaan, antara lain 50 Sabuk Kuning, 67 Sabuk Kuning Strip, 4 Sabuk Hijau, 21 Sabuk Hijau Strip, 5 Sabuk Biru, 4 Sabuk Biru Strip, dan 3 Sabuk Merah.

Ujian kenaikan tingkat 2021 ini bertindak sebagai penguji adalah Master Andreas Sugianto dari Pengurus Taekwondo Indonesia (TI) Provinsi Jawa Tengah.

Master Andreas Sugianto mengaku bangga dengan kepengurusan baru taekwondo Blora yang mampu membawa perubahan yang baik, salah satunya telah menggelar ujian kenaikan tingkat (UKT) tahun ini.

“Harapannya dengan adanya pengurus baru dan ujian kenaikan tingkat periode akhir 2021 ini semoga dapat melahirkan bibit-bibit atlet baru yang lebih baik dan berprestasi,” kata Andreas.

Menurut Andreas, dalam pelaksanaan UKT kali ini, peserta diuji tentang pengetahuan dan kemampuan teknik mereka mengenai taekwondo dihadapan empat penguji.

“Dengan adanya UKT, selain ajang evaluasi kemampuan taekwondoin, juga dasar bagi kami melakukan pembinaan ke depannya,” tandas Andreas.

Bupati Blora Arief Rohman dalam sambutannya mengapresiasi atas terselenggaranya UKT di taekwondo Blora ini, semoga berjalan dengan lancar.

“Kita harapkan dengan UKT ini taekwondo Blora semakin berkembang. Ini hal yang positif untuk anak – anak, biar punya kegiatan yang positif, olahraga dan prestasi, ” kata Bupati.

Menurut Bupati, taekwondo merupakan salah satu jenis olahraga beladiri yang populer di dunia dan menjadi cabang olahraga yang dipertandingkan di Olimpiade. Sehingga pihaknya akan mendukung  pengembangan olahraga ini agar semakin dikenal tanpa mengesampingkan olahraga beladiri lainnya.

“Kebetulan anak saya dan keponakan juga ikut taekwondo. InshaAllah Blora siap untuk terus mengasah bakat-bakat taekwondo muda Indonesia, kedepan semoga lahir atlet taekwondo dari Blora,” sambung H. Arief Rohman.

Bupati juga mendukung, pengurus taekwondo Blora ini membuat event di blora dengan skala tingkat Jawa Tengah. “Untuk Porprov atau Championship jika akan diadakan di Blora kami akan siap,” ucap Bupati H. Arief.

Sementara itu, Ketua Pengcab Taekwondo Blora, Dadang Kun, mengatakan dalam olahraga taekwondo juga dikenal tingkatan-tingkatan. Untuk mencapai sebuah tingkatan, atlet taekwondo harus berlatih keras untuk melalui ujian kenaikan tingkat yang dilaksanakan. Ujian tersebut sebagai sarana mengevaluasi sejauh mana penguasaan materi latihan taekwondo.

“Pada saat mereka bisa melewati tantangan, mereka akan mendapatkan pengakuan atas kemampuannya yang disimbolkan dengan sabuk warna mereka,” tuturnya.

Tak hanya itu, lanjut Dadang, di tahun 2022 nanti pihaknya merencanakan adanya gelaran Championship taekwondo tingkat Jawa Tengah di Blora.

“Tadi kami matur pak Bupati, tahun 2022 nanti kami menggelar championship bertajuk Bupati cup yang tingkatnya Jawa Tengah semoga tidak terhalang pandemi,” tutur Dadang.

Untuk diketahui, acara dibuka secara resmi oleh Bupati Blora Arief Rohman dengan memukul papan kayu dengan genggaman tangan, dan dilanjutkan dengan demo peragaan taekwondo oleh para Atlet.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga memakaikan sabuk hitam kepada dua atlet taekwondo. Acara juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, kebudayaan dan Pariwisata, Ketua KONI Blora, dan segenap jajaran pengurus Taekwondo Blora.

Kudnadi