Dialog interaktif dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional 2021 di Hotel Puri Asri, (Bag Prokompim, Pemkot Magelang)

 

MAGELANG (SUARABARU.ID) –  Pemkot Magelang optimistis bisa mencapai target sebagai wilayah bebas buang air besar (BAB) sembarangan atau Open Defecation Free (ODF) di awal tahun 2022. Saat ini, masih ada 2 persen masyarakat yang masih ODF.

Wali Kota Magelang Muchamad Nur Aziz yakin bisa mencapai nol persen ODF, sepanjang ada komitmen kuat dari masyarakat dan pemangku kepentingan.

‘’Kota Magelang ini kan kecil. Seharusnya adanya bantuan pendampingan yang sudah enam tahun dari IUWASH PLUS ini bisa lebih cepat. Turun level dari 4 ke 1 PPKM saja kita bisa, masak menurunkan 2 persen menjadi nol persen ODF tidak bisa. Saya sangat optimis kita bisa mewujudkannya di sisa waktu tahun 2021 ini,” katanya.

Pada acara dialog interaktif dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional 2021 di Hotel Puri Asri beberapa hari lalu, Ketua Forum WASH Kota Magelang Handini Rahayu menjelaskan, peran masyarakat dalam mewujudkan sanitasi bersih tanpa BAB sembarangan, cukup tinggi.

Hal itu terlihat dari peran aktifnya Tindakan Sadar Bersanitasi Air Minum (Tembang Tidar) yang telah terbentuk di 17 kelurahan.

‘’Awalnya kami merintis di 5 kelurahan, namun sekarang sudah 17 kelurahan atau 100 persen punya Tembang Tidar. Tugas mereka adalah mencapai indikator pilar STBM, sehingga terwujud secara umum di Kota Magelang,” tutur Handini yang juga Kepala Bappeda Kota Magelang.

Kepala Bidang Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, dr Wahyu Setyaningsih mengatakan, untuk mewujudkan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) membutuhkan lima pilar yang menjadi tanggung jawab bersama.

Kelima indikator itu antara lain, stop BAB sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan dan kelayakan air minum, pengamanan sampah rumah tangga dan penanganan sampah cair rumah tangga.

‘’ODF di Kota Magelang belum mampu mewujudkan menjadi zero atau nol, masih ada beberapa. Targetnya awal 2022 paling lambat bisa 0 persen karena ODF ini menjadi pilar pertama STBM,’’ ujarnya.

Melihat Kota Magelang yang wilayahnya relatif kecil dan jumlah penduduk kurang dari 130.000 jiwa, Wahyu menilai bahwa tugas pemerintah daerah tidak sulit mewujudkan STBM.

 

Penulis : Prokompim/Pemkotmgl

Editor   : Doddy Ardjono

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here