blank

 

DEMAK (SUARABARU.ID) – Desa Loireng sudah empat bulan terakhir terdampak banjir. Tanggul jebol di Kecamatan Sayung pada November 2020 silam mengakibatkan Desa Loireng terendam air setinggi 5-30 cm.

Kondisi tersebut kian parah dengan kiriman air di bulan Februari lalu. Fasilitas umum, pendidikan, dan kesehatan ikut terdampak banjir.

Lebih dari 200 keluarga juga mengalamai kerugian, terutama di sektor tambak dan pertanian.

Sejumlah pihak tergerak memberi bantuan. Salah satunya dari Darwis Triyadi School of Photography (DTSoP) dan Sapari Bike Semarang.

Dengan menggandeng ACT Solo, Photocycle Community Semarang, dan Olin Bags Solo, Darwis memberikan bantuan berupa tas edukasi, buku dan alat tulis, serta paket hygien kit kepada masyarakat di desa tersebut.

“Bencana banjir di tengah kondisi pandemi yang belum usai ini ujian yang luar biasa bagi masyarakat setempat,’’ kata Ardiyan Sapto, dari ACT Solo.

Bantuan dibawa dengan konvoi sepeda yang dilakukan oleh Photocycle Community dari basecamp di Semarang menuju Desa Loireng di Demak.

Ketua Satgas Bencana Banjir Desa Loireng Sayung Demak, Abdul Qodir berterima kasih kepada Darwis Triyadi School of Photograpy, Sapari Bike Semarang, Olin Bags, ACT Solo, Photocycle Community yang telah memberikan bantuan berupa tas sekolah beserta alat tulis kepada anak-anak TK/PAUD Desa Loireng, RT 02 RW 01, Sayung Demak.

“Saat ini genangan banjir sudah mulai surut, dengan kepedulian dan bantuan ini semoga anak-anak tetap semangat untuk dapat sekolah,” tuturnya.

Dia juga berterima kasih kepada semua pihak yang mau berkunjung di Desa Loireng, Sayung, Demak, melihat secara nyata kondisi sekolah yang terendam banjir selama beberapa bulan terakhir saat musim penghujan.

“Bencana pandemi dan banjir ini menjadi satu berkah tersendiri, yaitu makin mempererat kepedulian sosial, bahwa ternyata di masa pandemi justru kita saling berbagi dan peduli terhadap sesama. Beberapa minggu ini banyak juga beberapa komunitas sangat peduli kepada kita, bahkan hingga komunitas lintas agama di Jawa Tengah,” katanya.

Abdul berharap dengan pemberian tas sekolah dengan tulisan pesan mengedukasi tentang Wajib 3M, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, paling tidak anak-anak dapat menerapkan di saat proses pembelajaran di sekolah maupun di rumah.

Ketua Photocycle Community, Bambang RSD mengatakan, sangat bersyukur diberi kesempatan untuk ikut menyalurkan bantuan dari Darwis Triyadi School of Photograpy.

“Kami aktif ikut terjun membantu menyalurkan bantuan seperti ini. Sebelumnya, kami juga memberikan bantuan bagi korban banjir di Semarang. Pada intinya kami melakukan ini untuk mengajak kebaikan kepada sesama dalam bentuk apapun yang sekiranya mampu, berharap dengan adanya charity seperti dapat memberikan contoh bagi teman-teman lainya yang dapat ikut peduli dengan sesama yang mendapat musibah,” ungkapnya.

Bantuan ini, kata dia, semoga dapat bermanfaat bagi semua, khususnya anak-anak TK/PAUD Loireng Sayung, Demak. Juga membawa berkah bagi semua yang ikut membantu.

Caroline, dari Olin Bags Solo mengatakan, semoga bantuan tersebut bermanfaat untuk masyarakat yang terdampak bencana.

“Kegiatan ini sesuai dengan semangat Olin Bags untuk mengedukasi anak-anak dan masyarakat umum tentang protokol kesehatan melalui media tas,” katanya.