blank
Didampingi Kapolres Kendal AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo, PLH Bupati Kendal Moh Toha berbincang dengan Kepala Kelurahan Karangsari, Gatot Tunggul Wulung.(FOTO:SB/Sp)

KENDAL(SUARABARU.ID)-Pelaksana Harian(PLH) Bupati Kendal Moh Toha bersama Forkopimda melakukan monitoring PPKM berbasis mikro ke sejumlah kelurahan/ desa yang tersebar di 20 Kecamatan Kendal, Kamis(18/02/2021) pagi.

Monitoring ini dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh kondisi pandemi Covid-19 yang ada di Kabupaten Kendal, dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir ini.

“Dengan waktu yang mepet ini kami amati secara langsung, dan dari laporan- laporan yang kami terima, trendnya sudah mulai menurun. Yang awalnya setiap hari terdapat empat sampai lima orang, sekarang hanya satu orang yang meninggal,”kata PLH Bupati Kendal, Moh Toha.

Menurut Moh Toha, ini artinya penyebaran Covid-19 yang terjadi di Kabupaten Kendal sudah cukup membaik atau menurun dibanding dengan waktu beberapa bulan terakhir.

Bahkan, sekarang Kabupaten Kendal sudah tidak masuk zona merah lagi, akan tetapi di antara zona kuning dan hijau.

“Sekarang kami sudah mulai gerak dan patut kami syukuri bahwa Kabupaten Kendal akan aman dari penyebaran Covid-19, sehingga aktivitas masyarakat Kendal akan pulih kembali seperti sedia kala,”ujar Moh Toha, yang juga Sekda Kendal ini.

Moh Toha mengaku, membaiknya kondisi Covid- 19 ini tak lepas dari peran serta dari semua pihak yang terus berupaya untuk memerangi penyebaran Covid-19 yang sudah satu tahun lebih ini melanda Indonesia bahkan dunia.

Kepala Kelurahan Karangsari, Gatot Tunggul Wulung, mengatakan, menindak lanjuti surat edaran dari Bupati Kendal tentang pembentukan PPKM dan posko berbasis mikro, pihaknya sudah mempersiapkan segala sesuatunya termasuk rumah isolasi mandiri yang di dalamnya terdapat gudang logistik.

“Jadi, mana kala nanti ada warga kami yang terpapar Covid-19, selain rumahnya dilakukan penyemprotan yang bersangkutan juga diberikan pemberian paket sembako,”kata Gatot Tunggul Wulung.

Selain itu, pihaknya selama ini juga telah melaksanakan program jogo tonggo yang merupakan inisiasi dari program Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Sejauh ini, di Kelurahan Karangsari hanya ada dua orang yang terpapar Covid-19 dan melakukan isolasi mandiri di rumah masing- masing, mengingat rumah mereka masuk dalam rumah layak huni.

“Apabila rumah mereka tidak layak huni, kami baru bisa membawa pasien ke rumah isolasi mandiri yang ada di kelurahan,”ujar Gatot.Sp-mm