blank
Libatkan 9 tim untuk menyisir Gunung Sunda Kiara Pedes dan 1 lubang Goa Jepang. Foto: Siberindo.co

PURWAKARTA (SUARABARU.ID)– Keberadaan Ujang Abidin (45) masih menjadi misteri. Dia hilang sejak Kamis (7/1/2021), di Kampung Pasirmuncang, Ujung Aspal, Desa Pusakamulya, Kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta

Ujang Abidin merupakan warga Kampung Tanjak Nangsi, Desa Raharja, Kecamatan Wanayasa. Ada spekulasi, pria tersebut hilang diculik dan disembunyikan mahluk gaib.

Sebagian orang lagi menduga dia tersesat di hutan atau jatuh di Gua peninggalan zaman dahulu. Terakhir, pria yang akrab disapa Ujang Goler itu diketahui main ke lokasi wisata Ujung Aspal.

Sejumlah warga menyebutkan Ujang pergi bersama kedua temannya. Mereka masuk ke lokasi wisata sudah dalam kondisi tidak seperti orang normal.

“Sekitar pukul 13.00 WIB mereka masuk ke area gua yang masih di lokasi wisata Pasir Langlang Ujung Aspal ini. Baru beberapa saat di dalam gua, Ujang mengajak dua rekannya kembali keluar dengan alasan tidak kuat,” jelas warga, Selasa (12/1/2021).

Saat di sebuah warung yang ada di sekitar lokasi wisata, tambah dia, korban bertingkah seperti orang kesurupan dan mengacak-acak sampah.

“Sesekali terlihat mengambil sisa makanan dalam sampah tersebut dan dimakan,” katanya.

Kedua rekannya menegur Ujang. Mungkin karena teguran atau entah karena apa, Ujang langsung pergi.

Ia berjalan menuju ke arah lokasi goa yang baru mereka masuki, jelasnya.

Tokoh masyarakat di Wanayasa, Dani Hamdan Mubarok menilai, bukan tidak mungkin Ujang Goler disembunyikan makhluk gaib.

“Namun, jika disembunyikan makhluk gaib ada batasnya, paling satu atau dua hari saja,” jelas Kepala Desa Sumurugul di Kecamatan Wanayasa itu.

Segala kemungkinan bisa terjadi, katanya. Jadi mungkin saja terjatuh dan mungkin dimangsa hewan buas, lanjutnya.

Kapolsek Wanayasa, AKP Darmaji mengatakan, pencarian korban, Selasa (12/1/2021) melibatkan 9 tim untuk menyisir Gunung Sunda Kiara Pedes dan 1 lubang Goa Jepang.

“Tadi tim SAR gabungan sudah memeriksa ke dalam gua tersebut dengan kedalaman 150 meter, namun masih nihil,” jelasnya, seperti dilansir suarabaru.id grup Siberindo.co.

Berdasarkan laporan dari keluarga, korban mengenakan switer warna biru tua dan celana loreng pendek, mengenakan sandal jepit, katanya.

“Ciri-ciri fisik korban yakni, kulit sawo matang, bibir ada bekas luka, tangan dan sebagian besar badannya bertato,” papar Darmaji.

Claudia SB