blank
Pengurus Paguyuban Pedagang Pasar Mayong, aktif sosialisasikan Protokol Kesehatan.

JEPARA (SUARABARU.ID) – Untuk menekan penyebaran Covid-19 yang semakin cepat dan ganas maka penerapan protokol kesehatan, memakai masker, mencuci tangan-menghindari kerumunan harus menjadi kebiasaan baru. Gerakan itu harus dilakukan bersama-sama dengan melibatkan komponen masyarakat yang ada.

Menyadari tidak ingin terjadinya klaster pasar sebagaimana terjadi dibeberapa wilayah maka,  Paguyuban Pedagang Pasar Mayong, bekerja sama dengan kepala Pasar Mayong Susilo Wardono menggalakkan gerakan 3 M. “Bukan hanya bagi pedagang tetapi juga pengunjung,” ujar Ketua Paguyuban Pasar Mayong Faedloni. Saat ini di pasar Mayong terdapat 160 kios dan 250 pedagang, tambahnya.

blank
Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Mayong, Faedloni saat membagikan masker kepada pedagang

Karena itu disamping dilakukan sosialisasi melalui pelantang suara, juga dilakukan pengetatan gerakan di pintu masuk pasar. “Bagi pengunjung yang lalai tidak memakai masker disampiung diingatkan untuk tidak mengulang lagi, juga diberikan bantuan masker,” ujar Faedloni. Masker yang kami siapkan jumlahnya mencapai 2.500 lembar, tambahnya.

Sementara itu bagi pedagang yang tidak mengenakan masker juga diperingatkan. Jika mereka tidak membawa akan kita beri. Namun jika lalai tidak dipakai kita minta untuk segera dipakai,” paparnya.

Harapannya melalui gerakan ini, pasdar Mayong  tiodak menjadi klaster baru penyebaran Covid-19. “Jika sampai ada pedagang yang terinfeksi Covid-19, pasti akan dilakukan penyemprotan dan bahklan mungkin ditutrup sementara. Jika terjadi seperti ini pasti sangat merugikan pedagang dan juga warga masyarakat,” ujar Faedloni didamping sejumlah pengurus.

blank
Pengurus Paguytuban Pasar Mayong saat membagikan masker

Kegiatan pembagian masker tersebut untuk menindalanjut operasi yustisi yang dilakukan oleh Satgas Penanganan Covid-19. Dalam operasi tersebut masih saja ditemukan pedagang dan pengunjung yang tiodak mengenakan masker.

Hadepe- Tgr