blank
Akses hubungan darat Pacitan-Trenggalek terputus. Tepatnya pada ruas jalan di Desa Mentoro, karena badan jalan tertimbun material longsoran.(Foto:Humas Pacitan)

PACITAN (SUARABARU.ID) – Bencana banjir dan tanah longsor dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Pacitan, Jatim. Pemicunya, karena turun hujan dengan intensitas lebat dan berlangsung lama.

Dampak dari hujan lebat tersebut, telah memicu bencana banjir dan tanah longsor, yang menyebabkan akses hubungan darat Pacitan-Trenggalek terputus. Tepatnya pada ruas jalan di Desa Mentoro, karena badan jalan tertimbun material longsoran dari tebing yang melorot dari lereng di sebelahnya.

Demikian juga bangunan talud di Desa Kayen, ambrol hingga menggerus badan jalan. Hujan deras yang turun, telah menyebabkan sejumlah parit, selokan, kali dan sungai, meluap ke mana-mana termasuk menggenangi pemukiman warga. Juga menggenangi sejumlah jalan, termasuk ruas jalan protokol di Kota Pacitan.

blank
Bupati Pacitan Indartato bersama para pimpinan dinas terkait, melakukan peninjauan ke lokasi bencana banjir dan longsor di Kecamatan Bonagung dan Kecamatan Pacitan Kota.(Foto:Humas Pacitan)

Penanganan Darurat
Tim Humas Pemkab Pacitan, Rizky, Luky dan Arif, Selasa (3/11), mengabarkan, Bupati Pacitan Indartato telah melakukan peninjauan ke sejumlah lokasi yang terkena bencana alam. Baik lokasi yang kebanjiran dan daerah yang terkena bencana tanah longsor. Untuk menyikapinya, telah dilakukan penanganan secara darurat.

Terkait dengan longsor di jalur Pacitan-Trenggalek, Bupati Indartato telah melaporkannya ke pemerintah pusat melalui Pemprov Jatim. ”Sebab ini perlu segera ditangani, dan karena kewenangannya di pemerintah pusat, kami telah menyampaikan laporannya, supaya secepatnya dapat dilakukan penanganan,” tegas Bupati Indartato.

Harapannya, agar dampak dari adanya bencana tanah longsor tersebut, tidak mengganggu akses hubungan darat di jalur antar-Kabupaten Pacitan-Trenggalek. Tindakan darurat sebagai upaya penanganan bencana longsor yang menutup akses jalur Pacitan-Trenggalek, terus diupayakan oleh jajaran Pemkab Pacitan bersama institusi terkait.

blank
Alat berat didatangkan ke lokasi bencana, sebagai tindakan darurat percepatan membuka kembali jalur Pacitan-Trenggalek yang terputus, karena tertimbun material longsoran.(Foto:Humas Pacitan)

Alat Berat
Sejumlah alat berat didatangkan ke lokasi, untuk menyingkirkan dan membersihkan material longsoran yang menimbuni badan jalan. Masyarakat setempat juga dikerahkan oleh pamong desa, untuk bergotong royong kerja bakti.

Atas arahan Bupati Pacitan Indartato, melalui penanganan darurat yang melibatkan para pihak, termasuk dari jajaran Forkompincam dan instansi terkait teresebut, jalur Pacitan-Trenggalek lewat Pantulor (Pacitan-Tulakan-Lorok), kini dilaporkan sudah terbuka kembali dan bisa dilewati.

blank
Hujan lebat telah menimbulkan bencana banjir di Kabupaten Pacitan. Saat banjir surut, tampak serasah sampah tersangkut di pintu air pengatur debit pelepasan aliran sungai.(Foto:Humas Pacitan)

Bupati dalam kunjungannya ke lokasi bencana didampingi oleh Sekda, Kepala Dinas PUPR, Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kepala Dinas Pertanian, Camat Pacitan dan Camat Kebonagung. Lokasi yang dikunjungi Bupati bersama rombongan, adalah wilayah Kecamatan Bonagung dan Kecamatan Pacitan Kota.

Kepada warga masyarakat, diserukan agar dalam menyongsong musim penghujan ini dapat meningkatkan kewaspadaannya. Sebab, sesuai prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), akan terjadi cuaca ekstrem sebagai dampak dari kemunculan Badai La Nina.

Diprediksikan, curah hujan mulai meningkat pada Bulan November ini, dan diperkirakan akan berlangsung hujan-hujan lebat hingga Bulan Februari Tahun 2021 mendatang.

Bambang Pur