Cabup Wonosobo Afif Nurhidayat ketika menaman pohon Kacang Makadamia di Welahan Wonoroto Watumalang. Foto : SB/Muharno Zarka

WONOSOBO(SUARABARU.ID)-Calon Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat secara simbolis menanam pohon kacang Makadamia di lahan pertanian yang dikelola Kelompok Wanita Tani (KWT) Srikandi Welahan Wonoroto Watumalang, Wonosobo, Selasa (26/10).

Pada saat bersamaan politisi yang pernah menjadi Ketua DPRD Wonosobo selama dua periode itu, juga ikut memanen madu lebah dan meninjau bank sampah yang dikelola KWT dan Kelompok Tani Hutan (KTH) Srikandi.

Afif mengapresiasi kegigihan pengiat KWT dan KTH Srikandi dalam ikut mengembangkan sektor pertanian terpadu. Langkah yang sudah dilakukan komunitas perempuan di Watumalang ini sejalan dengan konsep integrated farming (pertanian terintegrasi).

“Dalam visi-missi saya dan Pak Albar, konsep pertanian terintegrasi sudah disiapkan. Jadi antara apa yang sudah dilakukan perempuan Srikandi dengan konsep saya tentang pertanian terintegrasi sudah nyambung. Nanti tinggal dikolaborasikan saja,” ajaknya.

Menurut Afif, dalam konsep integrated farming, lahan pertanian bisa dimanfaatkan secara terpadu dan terintegrasi. Lahan pertanian bisa ditanami sayuran dan buah-buahan, untuk kandang ternak, pengembangan lebah, bank sampah maupun budi daya perikanan.

Rumah Jamur

Cabub Wonosobo Afif Nurhidayat juga ikut memanen madu lebah di Welahan Wonoroto Watumalang. Foto : SB/Muharno Zarka

Ketua KWT Srikandi Endaryati berharap ke depan Pemkab Wonosobo semakin mendorong kiprah kaum perempuan dalam memanfaatkan lahan yang ada untuk pengembangan sektor pertanian, peternakan dan lingkungan hidup.

“Manfaat yang didapat dari pemanfaatan lahan sangat besar. Baik secara ekonomi, kelompok maupun dalam upaya pelestarian lingkungan hidup. Jika semua perempuan di Wonosobo mau melakukan hal yang sama, sangat bagus,” katanya.

Selama ini, tambah Bu Endar, KWT Srikandi Welahan Wonoroto Watumalang mengembangkan usaha rumah jamur, budi daya madu lebah, bank sampah dan menanam aneka sayuran dan buah-buahan serta pembuatan batik organik.

“Kami telah bergerak melakukan pemberdayaan ekonomi pertanian dan lingkungan hidup. Upaya yang ditempuh pun tidak sekadar untuk kepentingan pribadi maupun kelompok. Tapi membantu pemerintah dalam pemberdayaan alam dan lingkungan,” tegasnya.

Pihaknya pun sepakat dengan konsep integrated farming. Jika program tersebut berjalan dan ada sinergi antara pemerintah dengan KWT dan kelompok tani lainnya, sektor pertanian akan jadi primadona bagi generasi milenial yang akan datang.

Muharno Zarka-Wahyu

-->