Para personel Tim Jogo Tonggo Desa Pule dan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, bersiap melakukan tugas penguburan jenazah pasien RS secara Prokes pencegahan Covid-19.

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Tim Jogo Tonggo menguburkan jenazah pasien Rumah Sakit (RS) secara protokol kesehatan (Prokes) pencegahan Corona Virus Disease (Covid)-19. Penguburan dilakukan Sabtu (17/10) oleh Tim Jogo Tonggo dari dua desa di Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri.

Penguburan jenazah pasien RSUD Dokter Moewardi Surakarta tersebut, menjadi pemakaman secara Prokes Covid-19 yang ke 22 kalinya, dalam tempo 36 hari terakhir ini di Kabupaten Wonogiri. Setelah sehari sebelumnya, Tim Gugus Covid Kabupaten Wonogiri, memakamkan dua jenazah di dua lokasi kecamatan terpisah. Yakni di Kecamatan Wonogiri Kota dan di Kecamatan Sidoharjo.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri, Bambang Haryanto, semalam, menyatakan, jenazah yang dikuburkan oleh Tim Jogo Tonggo tersebut, adalah seorang pria berusia 60 tahun.

Cipulir Jakarta
Bambang Haryanto yang menjabat sebagai Pimpinan Pusat Komando Pengendali (Puskodal) Covid-19 Kabupaten Wonogiri, menyebutkan, yang bersangkutan memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai warga Kelurahan Cipulir, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta. Memiliki saudara yang beralamat di Dusun Gemutren, Desa Pule, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri.

Jenazah pasien rumah sakit, diusung para personel dari Tim Jogo Tonggo Desa Pule dan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, untuk dimakamkan di TPU Gemutren.

Pemulasaran jenazah (pangrukti layon) dilakukan oleh Tim Medis RSUD Dokter Moewardi Surakarta, sedangkan prosesi pemakaman secara Prokes pencegahan wabah virus corona, dilakukan oleh personel Jogo Tonggo Desa Pule dan Jogo Tonggo Desa Kepatihan, bersama relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan prajurit TNI dari Koramil Selogiri  Kodim 0728 Wonogiri.

Ikut menyaksikan pemakaman personil Polsek dan Koramil Selogiri, bersama tenaga kesehatan (Nakes) Puskesmas Selogiri, Kepala Desa dan aparat Pemerintah Desa Pule, Kecamatan Selogiri, Wonogiri, beserta perwakilan keluarga almarhum.

Klaster Perjalanan
Menyikapi indikasi adanya klaster perjalanan sebagai pemicu pertambahan jumlah warga terkonfirmasi Covid-19, Plh Bupati Wonogiri Edy Santosa, mendatangkan bantuan Tim Swab Mobilling dari Provinsi Jateng. Kepada para perantau yang mudik, utamanya dari wilayah Jabodetabek, dilakukan tes swab di tempat kedatangan Terminal Induk Giri Adipura Wonogiri.

Para personel Tim Jogo Tonggo dari dua desa di Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, mengenakan Alat Pelindung Diri (APD), untuk tugas memakamkan jenazah pasien RS secara Prokes pencegahan wabah virus corona.

Pelayanan tes swab di Terminal Induk Giri Adipura Wonogiri ini, juga diberlakukan bagi semua kru bus malam yang memberikan jasa pengangkutan pemudik. Dari pemeriksaan terhadap 209 pemudik dan kru bus malam, kedapatan seorang yang hasil tes swab-nya positif.

Dia adalah pemudik perempuan berinisial N (52), yang melakukan perjalanan pulang kampung ke wilayah Kecamatan Batuwarno, Kabupaten Wonogiri. Kepada N yang masuk kategori Orang Tanpa Gejala (OTG) tersebut, kini menjalani isolasi mandiri di rumahnya.

Bambang Pur

-->