blank
Bambang Kribo/dok

UNGARAN (SUARABARU.ID)  – Menjadi politikus sejatinya mudah jika mau mengedepankan kontrak politik daripada money politics. Masalahnya, sangat jarang politikus yang mau melakukan itu. Di antara yang sedikit itu Bambang Kusriyanto atau yang akrab disapa Bambang Kribo (BK) pantas dijadikan contoh.

Dalam kaca mata BK, kontrak politik tak bisa dilepaskan dari integritas dan kejujuran. Integritas adalah kata-kata yang jadi fakta. Sementara kejujuran adalah fakta yang jadi kata-kata. Selama menjadi anggota dewan, DPRD Kabupaten Semarang 2004-2019 dan DPRD Jateng 2019-2024, politikus PDIP ini mati-matian menolak korupsi. Pria 64 tahun itu juga berani menampik tawaran menerima berbagai proyek.

”Prinsip ini saya pegang teguh hingga sekarang. Karena prinsip itu, saya tanpa beban dalam menghadapi siapa pun. Sekali saya membuat kesalahan, maka saya akan mudah dijatuhkan. Dengan menjunjung tinggi kejujuran dan integritas, saya merasa nyaman. Kapan pun, di mana pun,” ungkap Sekretaris DPD PDIP Jateng ini.

BK pun menjadi wakil rakyat tanpa menggunakan politik uang. Untuk menjadi wakil rakyat bisa ditempuh dengan menghindari money politics. Caranya, dengan melakukan investasi kebaikan kepada masyarakat sekitar.

Dia secara rutin memberi donasi uang dan sembako setiap Lebaran kepada masyarakat di wilayahnya, dan juga bagi pengurus anak cabang (PAC) PDIP. Rasa peduli dan berbagi tersebut tertanam sejak di DPRD Kabupaten Semarang. Investasi itulah yang membuatnya selalu melenggang mulus.

”Kalau mau money politics, saya ndak punya uang. Dulu, saya mundur dari calon bupati Semarang juga karena tidak punya duit,” ujarnya sembari tertawa.

BK tak lupa bersyukur dan berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan konstituennya. Dia juga bangga lantaran selalu menjadi pimpinan dewan sejak terpilih sebagai wakil rakyat pada 2004. Pada 2004-2009, menjadi wakil ketua, lalu 2009-2019 memimpin DPRD Kabupaten Semarang.

”Ini semua juga karena kebaikan Bu Megawati Soekarnoputri. Bu Mega selalu memberikan kepercayaan kepada saya,” tegasnya.

 

Puncak Karier

Menurut BK, puncak kariernya politiknya adalah terpilih sebagai anggota DPRD Jateng pada pileg 2019. Dia memperoleh 125.820 suara. Kebanggaannya bertambah ketika dipercaya sebagai ketua DPRD Jateng menggantikan Rukma Setyabudi.

”Saya tidak punya obsesi yang lain. Saya akan mengemban tugas ketua DPRD Jateng sesuai dengan kontrak politik. Saya ingin membawa lembaga ini ke arah yang lebih baik,” jelasnya.

Begitu ngantor di Jalan Pahlawan No 7 Kota Semarang, BK langsung membuat gebrakan. Demi kebaikan, dia mengubah tata tertib lama. Tata tertib dan pola pendekatan yang baru membuat anggota dewan mau aktif mengikuti rapat dan kegiatan lain.

”Saya mau semua tertib administrasi dan sikap disiplin terus dijaga. Saya juga mengharuskan tranparansi dalam segala hal. Dalam setiap rapat penting, saya minta direkam. Untuk kunjungan kerja pun kami tertibkan, jangan ada lagi yang main-main dengan duit rakyat,” paparnya.

BK mengingatkan rekan-rekannya untuk mau berbagi peduli di tengah pandemi Covid-19. Akhir juli, dia memasang akses internet gratis. Awalnya, ada tetangga yang mengajak anaknya belajar menggunakan akses internet di rumahnya.

Istrinya bercerita mereka kesusahan beli kuota. Dia kemudian mendapatkan ide memasang akses wifi gratis di rumah aspirasinya di Susukan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang. Dia menilai rumah aspirasilebih luas untuk anak-anak.

”Saya membangun rumah aspirasi rakyat untuk memudahkan komunikasi dengan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi mereka,” ungkapnya.

Kalau di rumah mungkin cuma empat sampai lima anak. Sementara di rumah aspirasi bisa menampung hingga 10 anak. Mereka melakukan itu lantaran kesusahan membeli kuota internet bagi pembelajaran daring para siswa.

“Kendala mereka susah anaknya belajar di rumah. Mereka sulit berlaku seperti guru. Saya berharap para warga sekitar bisa memanfaatkan akses internet gratis ini,” ucapnya.

Bagaiaman pun, siapa menabur akan menuai. Siapa menanam akan memanen.

rr