JEPARA (SUARABARU.ID)– Untuk memutus kemungkinan penyebaran virus corona dilingkungan RSUD RA Kartini setelah Jepara menjadi daerah transmisi lokal, maka sejumlah fasilitas pelayanan di rumah sakit tersebut ditutup sementara, yaitu Instalasi Gawat Darurat ( IGD) dan Klinik Rawat Jalan.

Disamping itu penutupan sementara  juga untuk menjamin dan memastikan  kondisi rumah sakit steril  dari penyebaran virus corona. Tujuannya untuk   untuk melindungi pasien maupun tenaga kesehatan. Saat penutupan sementara tersebut  akan dilakukan dekontaminasi ruangan.

Tenaga ksehatan ruang teratai RSUD RA Kartini, tempat merawat pasien covid-19

Hal tersebut disampaikan  oleh Direktur Utama RSUD RA Kartini, dr Dwi Susilowati M.Kes  kepada SUARABARU.ID  melalui telpon Jumat sore ini.  Dengan demikian saat penutupan sementara tidak melayani pasien rawat inap baru.

Baca Juga : Sehari, 1.043 Orang Positif Corona, Maknanya

Penutupan sementara tersebut disampaikan oleh Direktur RSUD RA Kartini dalam surat tertanggal 19 Juni 2020 yang ditujukan kepada  seluruh Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama yang ada di Jepara.

Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa penutupan sementara beberapa fasilitas pelayanan tersebut berdasarkan  hasil rapat Bupati Jepara dengan jajaran Direksi RSUD RA Kartini Kabupaten Jepara, Ketua Komite Medis dan Tim Covid-19 pada hari Kamis tanggal 18 Juni 2020. Juga  hasil rapat direksi dengan seluruh anggota Komite Medis RSUD RA Kartini Jumat  19 Juni 2020.

Dalam surat pemberitahuan penutupan sementara pelayanan pasien di RSUD RA Kartini Jepara tersebut dijelaskan, klinik rawat jalan dan IGD akan ditutup sementara  selama 3 hari mulai hari Senin 22 Juni 2020 – Rabu 24 Juni 2020.  Saat penutupan sementara tersebut akan dilakukan dekomtaminasi seluruh lingkunagn  klinik rawat jalan dan IGD.

Selama  masa penutupan sementara selama  3 hari klinik rawat jalan dan IGD, pasien kronis yang saat kontrolnya bertepatan dengan waktu tersebut akan dilayani  kembali pada hari Kamis tanggal 25 Juni 2020. “ Klinik rawat jalan dan IGD akan dibuka kembali Kamis 25 Juni 2020.

Sedangkan pelayanan HD  dan kemoteraphy tetap berjalan, namun  dengan standar APD level tiga tanpa berhenti. Sementara pelayanan pasien rawat inap, yang sedang dirawat dilayani sampai semua pulang.

Selanjutnya setelah semua pasien rawat inapb pulang akan dilakukan dekontaminasi seluruh lingkungan RSUD RA Kartini hingga dipastikan semua steril terhadap virus corona.

“Setelah itu pelayanan pasien rawat inap siap dibuka  kembali  setelah dilakukan evalusi secara bertahap pelaksaaan proses dekontaminasi ini. Kami ingin memastikan warga yang kami layani dan tenaga kesehatan aman dari covid-19 ” ujar Dwi Susilowati.

Hadepe / Ulil Abshor